Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 20:05 WIB

Aremania Hadang Official Arema FC Usai Kalah dari Borneo FC, Sampaikan Pesan Tegas di Kanjuruhan

Author

Aremania temuin para pemain arema fc (aremafc.com)
Malang – Suasana panas terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (26/10/2025) malam, usai Arema FC tumbang 1-3 dari Borneo FC Samarinda dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Puluhan Aremania menghadang bus official tim Arema FC sebagai bentuk luapan kekecewaan atas hasil buruk tersebut.

Lebih dari 50 suporter terlihat berkumpul di area pintu keluar stadion, menghadang pelatih Marcos Santos, para pemain, dan jajaran official yang hendak meninggalkan arena. Menyadari situasi itu, seluruh tim Arema FC langsung turun dari bus dan menemui Aremania untuk mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

Pertemuan itu berlangsung cukup emosional namun tetap kondusif. Aremania menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk kemarahan, melainkan peringatan dan dorongan moral agar Singo Edan tak kembali menelan kekalahan di kandang sendiri.

Pasalnya, kekalahan dari Borneo FC menjadi yang ketiga secara beruntun di Stadion Kanjuruhan, sesuatu yang jarang terjadi dan dianggap mencoreng reputasi kandang yang selama ini dikenal “sangar” bagi tim tamu.

“Saya kasih warning buat kalian. Kami gak mau kalah lagi di kandang. Kami ini suporter, dari hidup sampai meninggal tetap di tribun,” tegas Sam Nawi dari Curva Sud Arema.

“Kami bukan merendahkan, tapi kalau pemain, pelatih, atau manajemen bisa berganti, jiwa kami tetap Arema. Jadi bermainlah dengan hati. Kalian harus tahu apa yang kami rasakan,” tambahnya.
Sam Nawi juga menegaskan, Aremania tetap memahami kerja keras para pemain dan pelatih, namun meminta tim tampil dengan jiwa dan kebanggaan khas Arema setiap kali bermain di hadapan publik sendiri.

“Secara teknis kami gak mau tahu, yang penting kalian menang di kandang. Kandang ini dari dulu angker. Kami akan selalu ada di mana pun Arema bermain,” ujarnya.
Pelatih Marcos Santos yang turut hadir dalam pertemuan itu mendengarkan langsung pesan Aremania, dengan bantuan Claudio de Jesus, mantan pemain Arema yang kini menjadi penerjemah.

Marcos mengaku memahami perasaan suporter dan berjanji akan membayar kekecewaan mereka di laga berikutnya.

“Saya berjanji, di pertandingan kandang selanjutnya kami harus menang. Apapun yang terjadi di luar, yang penting Aremania bisa kembali tersenyum,” tegas pelatih asal Brasil itu.
Usai dialog tersebut, suasana mereda. Para pemain dan official kembali ke bus dengan pengawalan aparat, sementara Aremania menutup pertemuan dengan yel-yel dukungan dan nyanyian kebanggaan bagi tim kesayangan mereka.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Arema FC di kandang, namun semangat dan loyalitas Aremania kembali membuktikan bahwa dukungan mereka bukan hanya hadir saat menang, melainkan juga di saat tim sedang terpuruk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU