Kab Malang - Pemerintah Kabupaten Malang fokus meningkatkan produksi kentang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Wilayah ini berada di dataran tinggi yang cocok untuk komoditas kentang. Kondisi lahan yang subur serta dukungan teknologi pertanian membuat desa ini memiliki potensi investasi yang menjanjikan.
Pemerintah daerah menggandeng akademisi dan perusahaan agribisnis untuk pengembangan kentang varietas unggul. Sebagai contoh, varietas G2 Granola telah dibagikan sebagai bibit kepada petani. Selain itu, dilakukan pemetaan lahan, pengukuran pH tanah antara 6,2 hingga 7,4, serta pengenalan penggunaan green house dan screen house untuk memperkuat budidaya.
Data menunjukkan bahwa produksi kentang di kawasan ini bisa mencapai 15 hingga 20 ton per hektar dengan teknologi dan bibit yang tepat. Sebelumnya petani hanya memperoleh 7–8 ton per hektar ketika menggunakan benih lama.
Pemerintah juga melihat bahwa lokasinya strategis karena dekat dengan jalur wisata menuju Gunung Bromo. Kombinasi agribisnis dan pariwisata ini menjadi daya tarik bagi investor.
Program pengembangan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong petani muda untuk terlibat dalam agribisnis. Melalui klaster “Potato Forever”, petani muda dilibatkan dalam budidaya kentang yang dikelompokkan secara profesional.
Dengan dukungan teknologi, bibit unggul, dan potensi pasar yang terbuka luas, Desa Ngadas menghadapi peluang besar menjadi pusat produksi kentang dan investasi pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online