Malang - Pemerintah dan pemangku kepentingan kini mengkaji ulang rute jalan tol Malang Kepanjen. Rencana awal tol melewati Pakisaji kini digeser ke arah timur, dengan tujuan menjalin koneksi langsung ke Jalur Lingkar Selatan (JLS).
Pergeseran jalur ini diharapkan bisa lebih dekat dengan wilayah pantai selatan Malang. Exit tol nantinya akan berada di Kecamatan Pagelaran, memungkinkan akses cepat ke kawasan wisata pantai.
Perubahan rute ini bukan tanpa alasan. Salah satunya karena rencana awal tol melalui Pakisaji menghadapi kepadatan lalu lintas tinggi, terutama di area Gadang - Pakisaji.
Dari sisi pendanaan, proyek tol sepanjang sekitar 30 kilometer ini diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp 7,5 hingga Rp 10,7 triliun.
Manfaat tol ini diharapkan sangat luas: tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi lokal di kabupaten Malang, mendukung sektor pertanian, perikanan, dan wisata pantai selatan.
Pelelangan perencanaan tol ini diproyeksikan akan dimulai pada akhir 2025, dengan pengerjaan fisik dimulai tahun 2026.
Dengan koneksi tol yang lebih strategis ke pantai selatan, pembangunan tol Malang - Kepanjen diharapkan membuka potensi pariwisata dan memperkuat perekonomian Malang Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung