Muhammadiyah Siapkan Lebih dari 1.000 Relawan Psikososial untuk Pemulihan Penyintas Aceh dan Sumatra
News - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan 1.000 relawan layanan psikososial untuk korban banjir di Pulau Sumatera. Relawan tergabung dalam Korps Relawan Sosial Muhammadiyah atau KawanMu.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, mengatakan para relawan akan diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Tugas utama mereka adalah membantu pemulihan kondisi psikologis para penyintas.
Ia menegaskan kehadiran relawan tidak hanya fokus pada bantuan fisik. Relawan juga bertugas memulihkan harapan, ketenangan, dan semangat korban banjir, terutama anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, bencana berpotensi menimbulkan trauma psikologis seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan stres. Karena itu, MPKS PP Muhammadiyah memastikan relawan psikososial memiliki kapasitas sebagai pembimbing dan motivator di lapangan.
MPKS PP Muhammadiyah mengambil peran pada fase rehabilitasi pascabencana dengan melibatkan 1.000 relawan yang jumlahnya terus bertambah. Relawan dituntut mampu merespons situasi kebencanaan secara cepat dan tepat, karena membawa nama Muhammadiyah dalam setiap misi kemanusiaan.
Sebelum mengikuti pembekalan, para relawan telah melalui asesmen kesehatan dan kemampuan berinteraksi dengan penyintas. Pembekalan dirancang sesuai kebutuhan lapangan dan menghadirkan narasumber yang kompeten.
Ketua Tim Rehabilitasi Kebencanaan MPKS PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Satgas Relawan KawanMu, M. Arif An, menjelaskan MPKS telah membentuk Tim Rehabilitasi Kebencanaan dan Relawan KawanMu sebagai pelaksana teknis pembekalan.
Materi pembekalan meliputi Life Development Program dan Psychological First Aid. Materi mencakup konseling, aktivitas bermain dan mendongeng, pertolongan psikologis pertama, serta hipnoterapi. Narasumber berasal dari MDMC, IHC, MPKS, Kemendikdasmen, dan Kementerian Sosial.
Pemberangkatan relawan dijadwalkan mulai awal Januari 2026, bersamaan dengan berakhirnya fase tanggap darurat dan masuk masa rehabilitasi. Sebagian relawan telah lebih dulu diterjunkan ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Pembekalan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kemendikdasmen dan Kementerian Sosial. Pembekalan tahap pertama digelar pada 16–18 Desember 2025 di Jakarta dan 19–21 Desember 2025 di Kota Malang, dengan total 300 peserta relawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muhammadiyah