Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 10:44 WIB

Arema FC Ajukan Hak Kelola Stadion Kanjuruhan, Siap Bangun Zona Ekonomi UMKM

Author

Stadion Kanjuruhan (aremafc.com)

Malang - Manajemen Arema FC menunjukkan keseriusan untuk mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Klub berjuluk Singo Edan ini menyiapkan konsep pengembangan kawasan stadion sebagai zona ekonomi eksklusif yang melibatkan UMKM lokal dan komunitas suporter.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Pada Rabu 10 Desember 2025, tiga kementerian melakukan kunjungan lapangan ke Stadion Kanjuruhan. Kunjungan ini melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Mereka berdiskusi langsung dengan manajemen Arema FC.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa pengajuan hak kelola stadion tidak hanya berfokus pada sepak bola. Arema FC ingin mengembangkan potensi ekonomi kawasan stadion secara berkelanjutan.

Arema FC berkomitmen menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai zona ekonomi eksklusif. Pengelolaan kawasan akan melibatkan UMKM lokal dan komunitas fans. Tujuannya adalah menciptakan manfaat ekonomi bagi klub dan masyarakat Malang Raya.

Yusrinal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Malang atas dukungan yang diberikan. Arema FC menyatakan kesiapan penuh untuk mengelola aset tersebut secara profesional.

Tenaga Ahli Menteri UMKM, Budi Setiawan, mengapresiasi langkah cepat Arema FC. Ia menilai inisiatif ini sebagai implementasi nyata dari Nota Kesepahaman tiga kementerian terkait industri olahraga dan UMKM.

Menurut Budi, paparan manajemen Arema FC dinilai komprehensif dan sudah berjalan. Kementerian UMKM juga memastikan akan melakukan pendampingan dalam proses pengajuan hak kelola stadion dan kawasan Kanjuruhan melalui program holding UMKM.

Sekretaris Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, melihat potensi besar dari pengelolaan aset daerah yang dilakukan secara profesional. Ia menilai Stadion Kanjuruhan dapat menjadi contoh optimalisasi aset pemerintah daerah agar lebih produktif.

Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan Kemendagri dan Kemenpora. Sinergi lintas kementerian tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan ekonomi daerah, khususnya melalui keterlibatan UMKM dalam ekosistem industri olahraga.

Delegasi Arema FC dalam pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh GM Yusrinal Fitriandi dan Manajer Bisnis Munif Wakid. Program ini diharapkan menjadi proyek percontohan bagi klub sepak bola di Indonesia untuk mencapai kemandirian finansial sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di sekitar stadion.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU