Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 13:52 WIB

Kandang Tak Lagi Angker, Arema FC Tumbang dan Amarah Aremania Meledak

Author

Areamani Hadang Bus Arema FC (aremafc.com)

Malang - Arema FC kembali gagal memanfaatkan kandang sendiri. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Selasa sore 30 Desember, Singo Edan harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 0-1. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Arema FC yang belum pernah menang di kandang sepanjang kompetisi Super League musim ini.

Gol semata wayang Persita tercipta di menit 90 melalui Aleksa Andrejic. Gol berawal dari kesalahan Muhammad Rafli yang kehilangan bola di area tengah. Persita langsung melakukan serangan balik cepat dan menghukum kelengahan lini belakang Arema FC. Situasi ini terasa pahit karena Persita bermain dengan 10 pemain sejak menit 69 setelah Andrean Benyamin Rindorino diganjar kartu merah.

Kekalahan ini membuat rekor kandang Arema FC semakin memprihatinkan. Dalam enam laga kandang terakhir, Arema FC menelan lima kekalahan dan satu hasil imbang. Kemenangan terakhir di kandang terjadi saat menghadapi Dewa United pada 13 September 2025. Sejak itu, Stadion Kanjuruhan tak lagi menjadi tempat yang menakutkan bagi tim tamu.

Kekecewaan Aremania pun memuncak. Usai pertandingan, puluhan suporter menghadang bus pemain Arema FC. Mereka menyalakan flare, bom asap, dan kembang api sebagai bentuk protes. Teriakan dan makian terdengar saat bus meninggalkan area stadion. Para pemain memilih tetap berada di dalam bus tanpa merespons aksi tersebut.

Bus Arema FC sempat tersendat keluar stadion sekitar pukul 18.24 WIB. Steward terlihat mengawal ketat untuk memastikan keamanan tim. Meski sempat terhambat, bus akhirnya berhasil keluar dengan selamat. Sebelumnya, bus Persita Tangerang justru keluar stadion tanpa hambatan berarti sekitar pukul 18.15 WIB.

Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengaku sangat kecewa dengan hasil pertandingan. Ia menilai timnya tidak pantas kalah. Arema FC mendominasi permainan dan mencatat 19 tembakan ke gawang. Persita hanya memiliki dua peluang, satu digagalkan kiper Lucas Frigeri dan satu berbuah gol.

Marcos menyoroti buruknya transisi permainan saat timnya unggul jumlah pemain. Menurutnya, Arema FC seharusnya mampu mengontrol tempo dan mematikan serangan balik lawan. Namun kesalahan kecil justru berujung fatal.

Ia juga mengakui masalah ketajaman lini depan. Absennya Dalberto Luan Belo sangat terasa dalam dua laga kandang terakhir. Dedik sempat mencetak gol, tetapi dianulir wasit setelah pengecekan VAR karena pelanggaran lebih dulu terjadi.

Marcos meminta para pemain bekerja lebih keras dan menyatukan tekad saat berada dalam tekanan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Aremania karena gagal memberikan kemenangan di kandang. Tanggung jawab diserahkan kepada manajemen, meski ia tetap percaya pemainnya akan memberikan kemampuan terbaik ke depan.

Kekalahan ini membuat Arema FC turun ke peringkat 11 klasemen sementara Super League 2025–2026 dengan 18 poin dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kekalahan. Sebaliknya, Persita Tangerang naik ke peringkat lima dengan 25 poin hasil dari tujuh kemenangan, empat imbang, dan empat kekalahan. Kemenangan ini menjadi bukti efektivitas Persita meski bermain dengan 10 pemain hingga akhir laga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU