Malang - Puluhan Aremania mengawal kedatangan bus resmi Persik Kediri pada Sabtu siang, 10 Januari 2026. Pengawalan terjadi di jalur Sumberpucung, Kabupaten Malang. Momen ini menjadi perhatian jelang laga Arema FC melawan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Minggu, 11 Januari 2026.
Aremania terlihat mengiringi bus tim tamu dengan tertib. Tidak ada aksi provokatif. Tidak ada gesekan. Situasi berjalan aman hingga bus Persik melanjutkan perjalanan menuju penginapan.
Pengawalan ini bukan hal spontan. Aremania sudah berkomitmen menyiapkan pengamanan sejak awal. Tujuannya jelas. Menjaga kenyamanan tim tamu. Mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Menunjukkan wajah baru sepak bola Malang.
Langkah ini melanjutkan tren positif Aremania dalam beberapa laga terakhir. Suporter Arema mulai menempatkan diri sebagai pendukung yang dewasa. Loyal. Bertanggung jawab. Sikap ini menjadi modal penting menjelang laga besar di Kanjuruhan.
Atmosfer panas tetap terasa. Rivalitas tetap hidup. Psywar boleh terjadi. Namun batas tetap dijaga. Tidak menyentuh fisik. Tidak memicu konflik. Tidak merugikan klub.
Pengawalan bus Persik Kediri menjadi pesan kuat. Aremania ingin sepak bola berjalan aman. Pertandingan fokus pada permainan. Suporter fokus pada dukungan.
Jika tren ini konsisten, Kanjuruhan bukan hanya angker bagi lawan. Kanjuruhan juga menjadi contoh stadion dengan suporter yang beradab. Dewasa. Dan membanggakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com