Malang - Temuan belatung dalam puding stroberi pada Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan publik di Kota Malang. Kasus ini terjadi di Kecamatan Lowokwaru dan viral di media sosial setelah dilaporkan wali murid sekolah dasar.
Menu tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tulusrejo 2. Sejumlah sekolah langsung mengambil langkah cepat. Pihak sekolah menginformasikan kepada siswa agar tidak mengonsumsi puding yang dibagikan hari itu.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional. Tujuannya untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Kasus ini memicu kekhawatiran orang tua terhadap kualitas distribusi makanan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespons cepat laporan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah Kota Malang juga memanggil kepala SPPG terkait untuk dimintai klarifikasi.
Pemkot menegaskan akan menelusuri proses produksi hingga distribusi makanan. Jika ditemukan pelanggaran Standar Operasional Prosedur, sanksi tegas akan diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini juga dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada koordinasi lintas lembaga dan perbaikan sistem pengawasan.
Beberapa orang tua meminta transparansi proses evaluasi. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang. Program gizi dinilai penting, namun kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas.
Pemerintah Kota Malang berkomitmen memperkuat pengawasan distribusi makanan sekolah. Evaluasi ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem kontrol mutu agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung