Selasa, 10 MARET 2026 • 19:57 WIB

Arema Tumbang 3-4 dari Bali United, Marcos Santos Soroti Koordinasi Lini Belakang

Author

Rio Fahmi Mencoba melewati Campos (aremafc.com)
Malang - Arema FC harus menerima kekalahan tipis 3-4 dari Bali United pada pertandingan yang digelar Jumat malam, 6 Maret. Laga tersebut menyisakan catatan penting bagi tim Singo Edan, terutama pada sektor pertahanan.

Pelatih kepala Marcos Santos menilai gol-gol yang tercipta ke gawang Arema bukan hanya kesalahan penjaga gawang. Ia menyoroti koordinasi lini belakang yang belum berjalan maksimal sepanjang pertandingan.

Dalam laga itu, kiper Gianluca Pandeynuwu menjalani debut sebagai starter bersama Arema. Namun penampilan perdananya tidak berjalan mulus setelah harus memungut bola empat kali dari gawangnya.

Bali United langsung tampil agresif sejak babak pertama. Gol pembuka lahir pada menit ke-22 melalui tendangan melengkung Teppei Yachida yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Arema.

Enam menit kemudian, tim tamu kembali menambah keunggulan. Diogo Campos berhasil memenangkan duel satu lawan satu dengan kiper dan menggandakan keunggulan Bali United.

Memasuki babak kedua, tekanan Bali United kembali membuahkan hasil. Teppei Yachida mencetak gol keduanya pada menit ke-66 setelah memanfaatkan celah di pertahanan Arema.

Situasi semakin sulit bagi tuan rumah ketika bola liar di depan gawang justru berujung gol bunuh diri Betinho Filho pada masa tambahan waktu menit 90+3.

Arema FC sempat memberikan perlawanan dengan mencetak tiga gol balasan. Namun upaya mengejar ketertinggalan tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Marcos Santos mengakui timnya menghadapi lawan yang sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Setiap tembakan tepat sasaran dari Bali United dinilai selalu menghadirkan ancaman serius bagi lini pertahanan Arema.

“Dia dan lini belakang kami sangat kesulitan mengantisipasi shoot on target mereka,” ujar Marcos usai pertandingan.

Pelatih asal Brasil itu menegaskan empat gol yang bersarang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab penjaga gawang. Menurutnya, kesalahan juga terjadi pada organisasi pertahanan tim, terutama pada babak pertama ketika koordinasi pemain belakang belum berjalan baik.

Marcos meminta seluruh pemain melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai tim harus menghindari kesalahan individu yang membuka ruang bagi lawan mencetak gol.

Hasil pertandingan ini membuat posisi Arema FC di klasemen sementara mengalami penurunan. Singo Edan kini berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin, sementara Bali United naik ke posisi sembilan dengan perolehan 33 poin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU