Selasa, 10 MARET 2026 • 22:46 WIB

Arema FC Masih Tertahan di Papan Tengah, Mimpi Lima Besar Kian Berat

Author

Arema FC Terpuruk (Aremafc.com)
Malang - Kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Super League musim 2025/2026, sudah memasuki pekan ke-25. Artinya setiap tim hanya memiliki sembilan pertandingan tersisa sebelum musim berakhir. Arema FC yang menjadi salah satu peserta kompetisi masih tertahan di papan tengah klasemen. Dari 24 pertandingan yang telah dijalani, tim berjuluk Singo Edan berada di peringkat ke-11. Catatan performa tim juga belum stabil. Arema mengoleksi delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Raihan poin tersebut membuat posisi mereka cukup jauh dari target yang dipasang manajemen sejak awal musim.

Manajemen Arema sebelumnya menegaskan target tim tidak berubah. Singo Edan ingin menembus lima besar klasemen akhir musim 2025/2026. Upaya mengejar target itu dilakukan dengan perubahan besar pada komposisi pemain. Terutama di sektor pemain asing. Arema mendatangkan lima pemain asing baru dan melepas jumlah yang sama dari skuad sebelumnya. Tidak hanya itu, beberapa pemain lokal dengan label tim nasional juga didatangkan untuk memperkuat tim. Nama seperti Ilham Rio Fahmi, Hansamu Yama Pranata, Gianluca Pandeynuwu, dan Leo Guntara diharapkan mampu menambah kualitas permainan.

Namun hasil di lapangan belum sesuai harapan. Hingga memasuki putaran kedua, performa Arema masih naik turun. Dari tujuh laga yang sudah dijalani, Arema mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Produktivitas gol sebenarnya cukup terlihat. Arema mampu mencetak 12 gol dalam tujuh pertandingan putaran kedua. Namun lini pertahanan masih menjadi masalah serius karena kebobolan 11 gol. Secara keseluruhan hingga pekan ke-24, Arema sudah mencetak 35 gol dan kebobolan 34 gol. Selisih gol yang hanya +1 menunjukkan keseimbangan yang rapuh antara lini depan dan pertahanan.

Masalah semakin terlihat dalam tiga pertandingan terakhir. Arema bermain imbang 2-2 melawan Madura United. Kemudian kalah 1-3 saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri. Kekalahan juga terjadi saat menghadapi Bali United dengan skor 3-4 di Stadion Kanjuruhan. Lini belakang menjadi sorotan utama. Pertahanan sering gagal mengantisipasi bola mati dan kesulitan menghadapi serangan balik cepat lawan. Situasi semakin sulit ketika beberapa pemain belakang tidak bisa tampil.

Pada laga terakhir misalnya, Wallison Maia harus absen karena cedera. Matheus Blade juga tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning. Kondisi ini membuat pertahanan Arema kehilangan keseimbangan. Tiga dari empat gol Bali United terjadi melalui skema serangan balik. Tidak ada pemain yang memutus alur serangan di lini tengah. Para pemain belakang juga terlambat kembali ke posisi setelah membantu serangan. Situasi Arema semakin berat setelah hasil terbaru. Singo Edan kembali menelan kekalahan saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Hasil ini membuat peluang mengejar papan atas semakin menipis.

Jika melihat klasemen sementara, Arema masih tertinggal 10 poin dari Persita Tangerang yang berada di peringkat kelima. Selisih delapan poin juga memisahkan mereka dari Persebaya yang berada di posisi keenam. Dengan sembilan laga tersisa, Arema masih memiliki peluang secara matematis. Namun performa tim harus segera membaik jika ingin menjaga harapan menembus lima besar di akhir musim Super League 2025/2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU