Senin, 16 MARET 2026 • 00:21 WIB

Waspada Modus Penipuan Jasa Penukaran Uang Baru Murah di Media Sosial

Author

Uang Pecahan Baru Yang Banyak Di Buru Masyarakat (Antara News)

Malang - Seorang warga melaporkan dugaan modus penipuan berkedok jasa penukaran uang baru dengan tarif murah. Kasus ini bermula ketika korban mencari informasi penukaran uang baru melalui media sosial.

Permintaan uang baru biasanya meningkat menjelang momen tertentu seperti Lebaran. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan jasa penukaran dengan harga lebih murah dari pasaran.

Korban menemukan akun yang menawarkan jasa penukaran uang baru. Komunikasi kemudian berlanjut melalui pesan pribadi. Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku menawarkan proses penukaran dengan syarat tertentu.

Pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu sebelum proses penukaran dilakukan. Alasan yang disampaikan adalah untuk mengamankan antrean dan memastikan ketersediaan uang baru.

Korban mulai merasa curiga dengan pola permintaan tersebut. Ia kemudian memperingatkan bahwa percakapan itu dapat dipublikasikan jika terbukti sebagai penipuan.

Setelah peringatan tersebut disampaikan, terduga pelaku langsung menarik seluruh pesan yang sebelumnya dikirim. Akun tersebut juga tidak lagi merespons percakapan lanjutan dari korban.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat mencari jasa penukaran uang baru di media sosial. Tawaran dengan tarif terlalu murah sering menjadi salah satu tanda modus penipuan.

Masyarakat disarankan melakukan penukaran uang melalui lembaga resmi seperti bank atau layanan resmi yang disediakan otoritas keuangan. Langkah ini dapat mengurangi risiko penipuan yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap uang baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU