Malang - Program becak listrik di Kota Malang dinilai belum berjalan optimal sejak diluncurkan pada Januari 2026. Sejumlah pengemudi mengaku pendapatan dari operasional kendaraan tersebut masih sangat terbatas.
Sebanyak 200 tukang becak menerima bantuan becak listrik pada 20 Januari 2026. Bantuan tersebut merupakan program dari Presiden yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan di perkotaan.
Namun dalam praktiknya, para pengemudi belum merasakan dampak ekonomi yang signifikan. Minimnya rute jelas dan belum adanya integrasi dengan sektor wisata membuat becak listrik jarang dimanfaatkan penumpang.
Beberapa pengemudi bahkan mengaku hanya mendapatkan sedikit penumpang setiap hari. Kondisi ini membuat potensi kendaraan listrik tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sejumlah legislator di Kota Malang menyoroti situasi ini. Mereka menilai pemerintah kota perlu segera menyusun ekosistem pendukung agar program becak listrik tidak berhenti sebagai bantuan kendaraan semata.
Integrasi dengan sektor pariwisata dinilai menjadi langkah penting. Kota Malang memiliki banyak destinasi wisata, kawasan heritage, hingga pusat kuliner yang bisa dihubungkan dengan layanan becak listrik.
Jika rute wisata dirancang dengan baik, becak listrik bisa menjadi transportasi alternatif bagi wisatawan. Selain memberi pengalaman unik bagi pengunjung, pengemudi juga berpotensi mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.
Legislator juga mendorong adanya sistem tarif, titik mangkal resmi, serta promosi kepada wisatawan. Tanpa strategi tersebut, program becak listrik berisiko kehilangan tujuan awalnya.
Program ini sebenarnya memiliki potensi besar bagi Kota Malang. Becak listrik dapat menjadi simbol transportasi ramah lingkungan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat. Tantangannya kini terletak pada bagaimana pemerintah kota membangun sistem yang membuat kendaraan itu benar-benar digunakan dan memberi manfaat bagi pengemudinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung