Halal Bihalal Cantrik Mentrik Padepokan Seni Mangun Dharma Angkat Nilai Silaturahmi dan Edukasi Seniman Muda
Malang – Padepokan Seni Mangun Dharma (PSMD) menggelar kegiatan Halal Bihalal bertajuk “Cantrik Mentrik” sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas bagi para seniman muda. Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan saling bermaafan setelah menjalani aktivitas berkesenian selama setahun.
Acara dirancang dengan nuansa tradisi yang kental. Peserta tidak hanya berkumpul untuk bersalaman, tetapi juga mendapatkan materi yang relevan dengan kebutuhan seniman masa kini. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas seni tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi salam-salaman antar peserta sebagai simbol mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan padepokan. Suasana hangat terlihat dari interaksi antar anggota yang saling menyapa dan berbagi cerita.
Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan wawasan tentang pentingnya kemampuan bahasa Inggris bagi seniman muda. Materi ini disampaikan oleh Miss Siti Nurvianti. Ia menekankan bahwa penguasaan bahasa Inggris membuka peluang lebih luas, seperti kolaborasi internasional, akses festival luar negeri, hingga promosi karya ke audiens global.
“Seniman perlu mampu memperkenalkan karya mereka ke dunia. Bahasa menjadi alat utama untuk itu,” ujarnya dalam sesi tersebut.
Materi kedua menghadirkan Ki Soleh Adi Pramono S.ST yang membahas filosofi seni tradisi Topeng Malang. Ia mengajak peserta memahami makna di balik setiap karakter topeng, gerak, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mampu menampilkan seni, tetapi juga memahami esensinya.
Menurutnya, seni tradisi bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga media penyampai nilai kehidupan. “Kalau hanya tampil tanpa memahami makna, maka ruh dari seni itu akan hilang,” jelasnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa Padepokan Seni Mangun Dharma berkomitmen membangun ekosistem seni yang seimbang antara pelestarian tradisi dan pengembangan kompetensi modern. Melalui konsep “Cantrik Mentrik”, peserta diajak untuk terus belajar, berproses, dan menjaga nilai kebersamaan.
Dengan kombinasi silaturahmi dan edukasi, acara ini diharapkan mampu menciptakan seniman muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki wawasan global dan akar budaya yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung