Selasa, 31 MARET 2026 • 18:12 WIB

Paskah di Malang. Khidmat Ibadah, Hangatnya Kebersamaan, dan Tradisi yang Terus Hidup

Author

Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas (Foto Istimewa)

Malang - Perayaan Paskah di Kota Malang selalu hadir dengan suasana yang khidmat sekaligus hangat. Umat Kristiani menjalani rangkaian Pekan Suci dengan penuh penghayatan, mulai dari refleksi iman hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

Sejak Minggu Palma, gereja-gereja di Malang mulai dipadati jemaat. Rangkaian berlanjut ke Kamis Putih yang menampilkan tradisi pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati. Suasana berubah menjadi lebih hening saat Jumat Agung, ketika umat mengenang pengorbanan Yesus melalui penghormatan salib. Puncaknya terjadi pada Vigili Paskah hingga Minggu Paskah, yang dirayakan dengan sukacita atas kebangkitan.

Beberapa gereja menjadi pusat perayaan, seperti Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan Institut Teknologi Nasional Malang yang juga menggelar ibadah terbuka bagi jemaat dan masyarakat sekitar. Kehadiran umat yang membludak menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di kota ini.

Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah prosesi Jalan Salib. Di kawasan Tanjungrejo dan Sukun, warga menampilkan dramatisasi perjalanan Yesus menuju Golgota. Visualisasi ini tidak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga menjadi ruang edukasi iman yang kuat, terutama bagi generasi muda.

Memasuki Minggu Paskah, suasana berubah menjadi lebih ceria. Gereja-gereja membagikan telur Paskah sebagai simbol kehidupan baru. Kegiatan ini sering diikuti dengan sarapan bersama, mempererat relasi antarjemaat. Anak-anak hingga orang dewasa terlibat aktif, menciptakan momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Tidak berhenti di ibadah, sejumlah gereja seperti Gereja Kristen Jawi Wetan Tunjungsekar dan komunitas di Institut Teknologi Nasional Malang menggelar panggung rakyat. Acara ini diisi dengan pertunjukan seni, gerak dan lagu, hingga jalan sehat. Kegiatan ini membuka ruang interaksi lintas warga dan memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat Malang yang majemuk.

Isu lingkungan juga mulai menjadi bagian dari perayaan. Beberapa gereja mengangkat tema pertobatan ekologis. Umat diajak menjaga bumi sebagai bagian dari iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Di sisi lain, aspek keamanan mendapat perhatian serius. Aparat dari kepolisian menyiagakan personel di berbagai titik ibadah. Pengamanan ini memastikan seluruh rangkaian Paskah berjalan lancar dan kondusif.

Perayaan Paskah di Malang tidak hanya menjadi momen ibadah. Tradisi ini menghadirkan perpaduan antara nilai spiritual, budaya lokal, dan kebersamaan sosial. Setiap rangkaian kegiatan memperlihatkan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan antar manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU