Malang - Arema FC sempat memberi harapan di awal putaran kedua. Tiga kemenangan beruntun diraih. Tim juga mencatat clean sheet yang menunjukkan lini belakang mulai solid. Tren positif itu sempat jadi sinyal kebangkitan.
Namun situasi berubah cepat. Dalam lima laga terakhir, Arema gagal meraih satu pun kemenangan. Performa tim kembali naik turun. Konsistensi yang sempat terbentuk justru menghilang di momen penting.
Masalah utama Arema saat ini terlihat jelas. Cedera pemain terus mengganggu stabilitas tim. Rotasi tidak berjalan ideal karena beberapa pilar harus menepi. Di sisi lain, kartu merah juga menjadi faktor krusial. Keputusan emosional di lapangan sering merugikan tim sendiri.
Selain itu, faktor kepemimpinan pertandingan juga kerap jadi sorotan. Keputusan wasit dalam beberapa laga memicu reaksi keras dari pemain. Kondisi ini memperkeruh situasi di lapangan. Emosi pemain mudah terpancing, terutama saat merasa dirugikan.
Namun ada hal yang masih bisa dikontrol. Sikap dan perilaku pemain di lapangan harus diperbaiki. Banyak momen menunjukkan Arema kehilangan fokus saat ritme permainan sudah mulai terbentuk. Alih-alih menjaga momentum, tim justru terpancing emosi dan kehilangan arah permainan.
Dampaknya langsung terasa. Peluang menang yang sudah di depan mata bisa hilang dalam hitungan menit. Ritme yang sudah rapi berubah kacau. Lawan pun memanfaatkan situasi ini dengan efektif.
Kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Pola yang sama terus berulang. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim, terutama dalam hal kontrol emosi dan kedewasaan bermain.
Arema masih punya potensi. Kualitas individu pemain tidak diragukan. Namun tanpa kontrol diri dan stabilitas tim, potensi itu sulit dikonversi menjadi hasil nyata di lapangan.
Situasi ini harus segera dibenahi. Jika tidak, tren negatif akan terus berlanjut dan menjauhkan tim dari target yang diharapkan. Momentum tidak datang dua kali. Saat peluang itu hilang, yang tersisa hanya penyesalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com