Senin, 13 APRIL 2026 • 16:22 WIB

Harga Plastik Naik Tajam, UMKM Kuliner di Malang Terjepit Biaya Operasional

Author

Ilustrasi Penggunaan Kantong Plastik (Foto Istimewa)
Malang - Kenaikan harga bahan baku plastik mulai menekan pelaku UMKM kuliner di Kota Malang. Lonjakan harga terjadi sejak pertengahan hingga akhir Ramadan. Dampaknya terasa langsung pada biaya kemasan yang menjadi kebutuhan harian usaha.

Berbagai jenis kemasan mengalami kenaikan signifikan. Kantong kresek dan wadah makanan seperti thinwall naik hingga 60 sampai 80 persen. Kenaikan ini membuat pelaku usaha harus mengatur ulang pengeluaran agar tetap bisa beroperasi.

Salah satu pelaku UMKM mengaku kini harus mengeluarkan sekitar Rp200 ribu per hari hanya untuk plastik. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. Biaya yang terus naik membuat margin keuntungan semakin tipis.

Banyak pelaku usaha memilih tidak langsung menaikkan harga jual. Mereka berusaha menjaga pelanggan agar tidak beralih ke kompetitor. Strategi ini dilakukan demi mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan yang ketat.

Namun, keputusan menahan harga bukan tanpa risiko. Keuntungan yang terus tergerus membuat pelaku usaha berada dalam posisi sulit. Mereka harus memilih antara menjaga harga tetap stabil atau menaikkan harga demi keberlangsungan usaha.

Kondisi ini juga memicu pelaku UMKM untuk mencari solusi alternatif. Beberapa mulai mengurangi penggunaan plastik. Ada juga yang mencoba beralih ke kemasan ramah lingkungan, meski biaya awalnya cenderung lebih tinggi.

Situasi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan baku tidak hanya berdampak pada produsen besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Tanpa strategi yang tepat, tekanan biaya ini bisa mengancam keberlanjutan UMKM kuliner di Kota Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU