Jumat, 22 MEI 2026 • 01:03 WIB

Kutukan Pelatih Belanda Menghantui Arema, Marcos Santos Waspadai PSIM di Kanjuruhan

Author

Marcos Santos, Pelatih Arema FC (aremafc.com)

Malang - Laga terakhir Arema FC di Pekan 34 Super League 2025-2026 menyimpan tekanan tersendiri bagi Pelatih Arema, Marcos Santos. Jelang menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026) pukul 15.30 WIB, pelatih asal Brasil itu dibayangi rekor buruk yang belum mampu dipatahkannya sepanjang musim ini.

Bukan sekadar soal posisi klasemen atau gengsi laga penutup musim. Ada fakta yang cukup mengganggu perjalanan Arema musim ini. Marcos Santos ternyata belum pernah sekalipun menang saat menghadapi tim yang dilatih pelatih asal Belanda.

Total sudah delapan pertandingan dijalani Arema melawan tim asuhan pelatih Negeri Kincir Angin. Hasilnya jauh dari memuaskan. Singo Edan menelan empat kekalahan dan empat hasil imbang tanpa satu kemenangan pun.

Situasi itu membuat duel melawan PSIM Yogyakarta menjadi ujian mental sekaligus pembuktian bagi Marcos Santos. Sebab, tim tamu masih ditangani pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, yang tetap dipercaya sejak awal musim.

Nama Van Gastel sendiri bukan sosok asing dalam daftar pelatih Belanda yang menyulitkan Arema. Sebelumnya, Marcos Santos dua kali tumbang dari Jan Olde Riekerink bersama Dewa United. Arema kalah dengan skor 1-2 dan 0-2.

Hasil buruk juga terjadi saat menghadapi Johnny Jansen yang membesut Bali United. Arema kembali takluk dengan skor 0-1 dan 3-4 dalam dua pertemuan yang berlangsung ketat.

Sementara itu, satu pelatih Belanda lain yang sempat dihadapi Marcos adalah Peter de Roo ketika masih menangani Persis Solo. Pada laga tersebut, Arema hanya mampu bermain imbang 2-2 sebelum Peter de Roo akhirnya berpisah dengan Laskar Samber Nyawa.

Catatan itu membuat laga melawan PSIM terasa seperti bayangan yang kembali datang di penghujung musim. Terlebih, pada pertemuan pertama di Yogyakarta, Arema juga gagal menang setelah hanya bermain imbang 1-1.

Marcos Santos pun tak menutupi kewaspadaannya menghadapi tim berjuluk Laskar Mataram tersebut. Ia menilai konsistensi kepelatihan menjadi salah satu kekuatan utama PSIM musim ini.

“PSIM memiliki pelatih yang menangani tim ini dari awal sampai akhir kompetisi. Mereka tim yang sangat kuat, dan kami harus benar-benar siap untuk pertandingan terakhir ini,” ujar Marcos Santos.

Kini, Stadion Kanjuruhan menjadi panggung terakhir Arema musim ini. Publik Malang tentu berharap Singo Edan mampu menutup kompetisi dengan kemenangan. Namun di balik laga itu, ada satu tantangan lain yang diam-diam membebani Marcos Santos, yakni mematahkan kutukan pelatih Belanda yang terus menghantui perjalanan Arema sepanjang musim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU