Malang - Atmosfer serius tetap terasa di sesi latihan Arema FC jelang menghadapi PSIM Yogyakarta pada Pekan 34 Super League 2025-2026. Meski pertandingan ini sudah tidak lagi menentukan posisi krusial di klasemen akhir, Skuad Singo Edan tetap menunjukkan kesungguhan penuh untuk menutup musim dengan hasil positif.
Persiapan matang terus dilakukan Arema dalam beberapa hari terakhir. Intensitas latihan tetap terjaga dan para pemain terlihat fokus menjalani setiap program yang diberikan tim pelatih. Situasi ini menunjukkan bahwa pertandingan kontra PSIM tidak dianggap sekadar laga formalitas.
Arema memiliki alasan kuat untuk tetap tampil maksimal. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, menjadi motivasi tambahan bagi tim kebanggaan Aremania tersebut untuk menghadirkan kemenangan di penghujung kompetisi.
Pelatih Arema, Marcos Santos, memastikan timnya tetap menjalani persiapan secara serius. Menurutnya, kondisi tim sejauh ini berjalan cukup baik dan fokus pemain tetap terjaga hingga akhir musim.
“Persiapan kami sejauh ini berjalan bagus. Kami tetap serius mempersiapkan diri untuk pertandingan ini,” ujar Marcos.
Pertemuan Arema melawan PSIM diprediksi berlangsung ketat dan seimbang. Kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang musim dan menghuni papan tengah klasemen hingga pekan ke-33. Kondisi itu membuat duel diperkirakan berjalan terbuka karena kedua tim memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda.
PSIM sendiri dinilai menjadi salah satu tim yang tampil cukup stabil musim ini. Klub asal Yogyakarta tersebut sempat bersaing di jalur papan atas dan mampu menjaga performa mereka hingga akhir kompetisi.
Marcos menilai perjalanan PSIM musim ini memiliki kemiripan dengan Arema. Kedua tim sama-sama mampu menjaga konsistensi dan tidak pernah terjebak dalam persaingan papan bawah.
“PSIM melakukan pekerjaan yang bagus, mereka menjalani musim yang bagus. Sebuah musim di mana mereka bersaing dari papan tengah hingga papan atas,” katanya.
“Tentu saja itu mirip seperti yang kami lakukan sepanjang musim ini. Kami sama-sama gak pernah ada di papan bawah,” lanjut pelatih asal Brasil berusia 46 tahun tersebut.
Dengan situasi itu, laga Arema kontra PSIM diprediksi tetap menarik untuk disaksikan. Selain menjadi penutup musim, pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian dua tim yang sepanjang kompetisi mampu menjaga stabilitas performa mereka di Super League 2025-2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com