Selasa, 28 JULI 2026 • 23:08 WIB

Trans Jatim Koridor II Resmi Bernama Kanjuruhan, Siap Layani Rute Malang Lewat Gondanglegi Mulai Oktober 2026

Author

Koridor II Trans Jatim (Foto Istimewa)

Malang - Masyarakat Kabupaten Malang akan segera menikmati layanan transportasi umum baru yang lebih modern. Trans Jatim Koridor II kini resmi menggunakan nama Kanjuruhan dan dipastikan akan melintasi Kecamatan Gondanglegi sebagai bagian dari jalur operasionalnya. Kehadiran koridor baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antara Kota Malang dan Kabupaten Malang sekaligus memberikan pilihan transportasi publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Kepastian tersebut diumumkan setelah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Malang melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik halte. Survei ini menjadi bagian dari tahapan akhir persiapan sebelum layanan Trans Jatim Kanjuruhan resmi beroperasi pada Oktober 2026.

Pemilihan nama Kanjuruhan bukan tanpa alasan. Nama tersebut diambil dari Kerajaan Kanjuruhan yang dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di wilayah Malang. Usulan nama ini berasal dari Pemerintah Kabupaten Malang dan telah mendapat persetujuan langsung dari Gubernur Jawa Timur. Penggunaan nama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas koridor transportasi, tetapi juga memperkuat nilai sejarah dan budaya lokal yang melekat pada wilayah Malang.

Koridor Trans Jatim Kanjuruhan akan menghubungkan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang. Jalur ini melewati sejumlah kawasan strategis, termasuk Bululawang dan Gondanglegi. Rute tersebut diproyeksikan menjadi akses penting bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan untuk bekerja, bersekolah, berbisnis, maupun mengakses berbagai layanan publik.

Keberadaan jalur yang melintasi Gondanglegi juga dinilai mampu meningkatkan mobilitas warga di wilayah selatan Kabupaten Malang. Selama ini, masyarakat masih banyak bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkutan umum konvensional. Dengan hadirnya layanan bus Trans Jatim, pilihan moda transportasi menjadi lebih beragam sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik.

Untuk mendukung operasional koridor ini, pemerintah telah menyiapkan 15 armada bus. Sebanyak 14 unit akan digunakan sebagai armada operasional harian, sementara satu unit lainnya disiapkan sebagai bus cadangan guna menjaga kelancaran layanan apabila terjadi kendala teknis di lapangan. Ketersediaan armada tersebut diharapkan mampu menjaga ketepatan waktu perjalanan dan memberikan pelayanan yang optimal kepada penumpang.

Selain meningkatkan aksesibilitas, kehadiran Trans Jatim Kanjuruhan juga diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Langkah ini berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas pada sejumlah ruas jalan utama di Malang sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Operasional Trans Jatim Kanjuruhan juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik yang terintegrasi di Jawa Timur. Dengan menghubungkan pusat aktivitas di Kota Malang dan Kabupaten Malang, layanan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui mobilitas masyarakat yang semakin mudah.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, mulai Oktober 2026 masyarakat dapat memanfaatkan layanan Trans Jatim Kanjuruhan sebagai alternatif transportasi yang modern, nyaman, dan terjangkau. Kehadirannya menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat layanan transportasi publik di kawasan Malang Raya, sekaligus membuka peluang terciptanya sistem mobilitas yang lebih terintegrasi untuk masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU