Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 21:56 WIB

Diva Radisty Fadya Islami: Menari dengan Mimpi, Meraih Gelar Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025

Diva Radisty Fadya Islami: Menari dengan Mimpi, Meraih Gelar Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025Grand Final Putri Tari Intelegensi 2025 (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Di balik setiap langkah tarian, selalu ada cerita perjuangan, keyakinan, dan mimpi yang mengiringinya. Begitu pula perjalanan Diva Radisty Fadya Islami, siswi kelas 12 SMAN 2 Malang yang baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025.

Awalnya, Diva hanya menemukan informasi mengenai ajang Putra Putri Tari Jawa Timur 2025 lewat Instagram. Sekilas saja, postingan itu sudah cukup untuk menyalakan semangatnya.
“Sepertinya ini wadah yang tepat buatku,” batinnya. Pengalaman sebelumnya sebagai Duta Berbakat SMAN 2 Malang membuat Diva semakin yakin untuk mencoba tantangan baru yang lebih besar.

Dengan penuh keyakinan, ia mendaftar pada 19 Juli 2025 melalui Google Form. Sebuah langkah kecil yang kelak mengantarnya pada panggung penuh cahaya di Surabaya.

Perjalanan Diva tidak semudah menekan tombol "daftar". Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi. Mulai dari tes wawancara pada 26 Juli 2025, hingga menanti pengumuman finalis pada 28 Agustus 2025. Dari sekian banyak pendaftar, hanya 13 orang yang terpilih 11 finalis putri dan 2 finalis putra. Diva termasuk di dalamnya.

Menjadi finalis berarti siap menghadapi tantangan. Diva diminta membuat video profil, menyiapkan tari tematik, mengadakan bincang maestro via Instagram Live, hingga sesi photoshoot dengan busana formal dan kostum tari. Semua ini bukan sekadar tugas, tapi latihan kedisiplinan, kreativitas, dan konsistensi.

Pra-karantina pun digelar secara daring melalui Zoom. Diva harus belajar public speaking, personal branding, hingga memahami juknis lomba. Setiap materi menambah bekal mental, tidak hanya sebagai penari, tetapi juga sebagai pribadi yang siap tampil di depan publik.

Tanggal 19 September 2025, Diva resmi memasuki karantina offline di Pop! Hotel Diponegoro, Surabaya. Di sana, ia bersama finalis lain menjalani kelas intensif: Public Speaking, Modeling and Manner, Beauty and Grooming, hingga penjurian menari. Hari-hari penuh latihan itu menuntut fisik yang kuat dan mental yang tangguh.

Puncaknya tiba pada 20 September 2025, Grand Final yang digelar di Kaza Mall Surabaya. Dengan balutan kostum tari, Diva melangkah mantap ke atas panggung. Setiap gerakannya bukan sekadar tarian, melainkan representasi dari mimpi, kerja keras, dan cinta pada seni.

Rasa syukur mengalir deras ketika namanya diumumkan sebagai Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025. Gelar itu bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol bahwa kecerdasan, keanggunan, dan dedikasi bisa berjalan beriringan.

Perjalanan berakhir pada 21 September 2025, ketika seluruh finalis menggelar acara ramah tamah dan bertukar cinderamata. Namun bagi Diva, ini bukan akhir. Ini adalah awal dari langkah-langkah baru yang lebih besar.

“Ajang ini membuatku semakin yakin bahwa seni tari bukan hanya tentang keindahan gerak, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menginspirasi orang lain melalui panggung,” ungkap Diva dengan mata berbinar.

Kisah Diva adalah bukti bahwa peluang bisa datang dari mana saja bahkan dari sebuah postingan Instagram. Yang membedakan adalah keberanian untuk mencoba, konsistensi menjalani proses, dan semangat pantang menyerah.

Bagi para pelajar dan generasi muda, Diva memberi pesan sederhana namun mendalam:
“Jangan takut untuk melangkah. Mimpi akan menjadi nyata jika kita berani menari bersama kerja keras dan keyakinan.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diva Radisty Fadya Islami: Menari dengan Mimpi, Meraih Gelar Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!