Diva Radisty Bersama Kedua Orangtuanya (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Siapa sangka seorang gadis dari keluarga sederhana mampu berdiri di panggung megah, disorot cahaya lampu, dan menerima gelar Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025. Dialah Diva Radisty Fadya Islami, siswi kelas 12 SMAN 2 Malang, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi tinggi.
Diva tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Tidak ada gemerlap atau fasilitas mewah yang sering diasosiasikan dengan ajang-ajang bergengsi. Namun, justru dari kesederhanaan itu, lahir tekad yang kuat. Seni tari menjadi sahabat setianya sejak kecil, ruang tempat ia mengekspresikan diri sekaligus menyalurkan semangat yang tak pernah padam.
“Orang tua saya selalu bilang, kalau punya mimpi harus berani dicoba. Jangan minder hanya karena kita datang dari keluarga biasa,” ujar Diva dengan senyum penuh rasa syukur.
Perjalanan Diva menuju ajang prestisius ini berawal dari hal yang sederhana: sebuah postingan di Instagram. Saat itu, ia melihat informasi tentang ajang Putra Putri Tari Jawa Timur 2025. Meski awalnya ragu, pengalaman sebelumnya sebagai Duta Berbakat SMAN 2 Malang memberinya kepercayaan diri untuk mencoba.
Dengan modal niat dan dukungan keluarga, Diva resmi mendaftar pada 19 Juli 2025. Langkah yang terlihat kecil, tetapi menjadi pintu masuk menuju panggung besar.
Proses seleksi pun ia jalani dengan penuh kesabaran. Wawancara, pembuatan video profil, hingga latihan koreografi menjadi bagian dari kesehariannya. Diva sadar, setiap tahap bukan hanya soal lomba, tapi juga soal pembentukan karakter.
Meski fasilitas yang ia miliki terbatas, semangatnya tak pernah surut. Diva mengandalkan kreativitas, doa, dan dukungan moral dari keluarga. Baginya, kerja keras jauh lebih berarti daripada serba ada.
Hari itu, 20 September 2025, di Kaza Mall Surabaya, Diva berdiri di hadapan ribuan pasang mata. Dengan balutan busana tari, ia menari bukan sekadar dengan tubuh, tapi juga dengan hati. Setiap gerakan adalah doa, setiap senyuman adalah wujud syukur.
Dan ketika namanya diumumkan sebagai Putri Tari Intelegensi Jawa Timur 2025, air matanya tak terbendung. Gelar itu bukan hanya miliknya, tapi juga milik keluarga yang selalu mendukung dalam diam, milik semua orang sederhana yang berani bermimpi.
Kisah Diva menjadi bukti nyata bahwa mimpi tidak pernah mengenal latar belakang. Bahwa dari rumah sederhana pun bisa lahir prestasi yang gemilang. Bahwa panggung besar tidak hanya milik mereka yang punya segalanya, tapi juga milik mereka yang mau berjuang sekuat tenaga.
“Kalau saya bisa, teman-teman juga pasti bisa. Jangan biarkan keadaan membuat kita berhenti. Justru dari keterbatasan, kita bisa menemukan kekuatan yang sebenarnya,” pesan Diva.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung