Taman Nivea Merbau (Foto Istimewa)
Malang - Taman Merbabu, salah satu ruang terbuka hijau di Kota Malang, kini ramai diperbincangkan warga. Bukan karena keindahannya, melainkan kondisi fasilitas yang makin tak terawat. Banyak pengunjung mengeluh karena suasana taman yang seharusnya nyaman justru terasa kurang menyenangkan.
Sejumlah jalur pejalan kaki di dalam taman sudah rusak dan ditumbuhi lumut, membuat lantai menjadi licin dan berbahaya jika tidak hati-hati. Area bermain anak yang dulunya jadi favorit keluarga kini tampak kusam, bahkan beberapa fasilitas seperti ayunan sudah tak layak digunakan. Selain itu, kurangnya penerangan di beberapa titik membuat taman terasa sepi dan agak rawan jika dikunjungi saat sore menjelang malam.
“Sayang sekali, taman ini dulu sering jadi tempat anak-anak main, tapi sekarang banyak orang tua ragu membawa anaknya ke sini,” keluh seorang pengunjung. Warga lainnya juga menyebut, kurangnya perawatan membuat fungsi taman sebagai tempat rekreasi keluarga dan ruang bersantai jadi berkurang.
Padahal, Taman Merbabu punya potensi besar sebagai ruang publik yang bisa mempererat interaksi sosial masyarakat kota. Dengan lokasi strategis dan suasana rindang, taman ini seharusnya bisa menjadi destinasi sederhana untuk melepas penat. Namun, tanpa perawatan yang rutin, keberadaannya hanya akan jadi simbol ruang hijau yang setengah hati.
Masyarakat berharap pemerintah lebih serius dalam merawat fasilitas publik ini. Bagi warga, taman bukan hanya soal pemandangan hijau, melainkan juga tempat untuk berkumpul, bermain, dan menciptakan kenangan bersama keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung