Warisan Sejarah di Museum Ghanesa (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Life - Malang Raya dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki jejak sejarah paling penting di Jawa Timur. Di balik pesatnya perkembangan kota, kawasan ini menyimpan berbagai peninggalan berharga dari masa kerajaan Hindu Buddha yang menjadi saksi lahirnya peradaban besar di Nusantara. Berbagai prasasti, candi, hingga arca yang masih berdiri hingga sekarang menjadi bukti bahwa Malang pernah menjadi pusat pemerintahan, kebudayaan, dan spiritual yang berpengaruh pada masanya.
Jejak sejarah Malang diawali oleh Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan berdiri pada abad ke-8. Kerajaan ini dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur. Bukti keberadaannya dapat ditemukan melalui Prasasti Dinoyo yang ditemukan di kawasan Dinoyo, Kota Malang. Prasasti yang berangka tahun 760 Masehi tersebut menjadi sumber sejarah penting karena mencatat pemerintahan Raja Gajayana serta pembangunan tempat suci sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Agastya. Hingga kini, Prasasti Dinoyo menjadi salah satu peninggalan tertulis tertua yang pernah ditemukan di Jawa Timur.
Selain Prasasti Dinoyo, peninggalan Kerajaan Kanjuruhan juga dapat ditemukan di Situs Karuman yang berada di kawasan Tlogomas, Kota Malang. Di lokasi ini terdapat Arca Lembu Nandi dan Yoni yang menunjukkan kuatnya pengaruh agama Hindu pada masa itu. Keberadaan situs tersebut menjadi bukti bahwa kawasan Malang telah berkembang sebagai pusat keagamaan dan pemerintahan sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Memasuki abad ke-13, Malang menjadi pusat kejayaan Kerajaan Singasari yang memiliki peran besar dalam sejarah Nusantara. Kerajaan ini melahirkan tokoh-tokoh penting yang membawa pengaruh hingga lahirnya Kerajaan Majapahit. Berbagai peninggalan arkeologi dari masa Singasari masih dapat dijumpai dan menjadi destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi.
Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Candi Singosari yang berada di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini dibangun sebagai tempat pendarmaan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari yang dikenal memiliki visi menyatukan Nusantara. Bentuk bangunannya yang megah serta berbagai relief yang masih tersisa memperlihatkan tingginya kemampuan arsitektur masyarakat pada masa itu.
Tidak jauh dari kawasan tersebut berdiri Arca Dwarapala, sepasang arca raksasa yang dipercaya berfungsi sebagai penjaga gerbang menuju kawasan suci atau kompleks kerajaan. Ukuran arca yang sangat besar dengan ekspresi wajah yang tegas menjadikannya salah satu ikon sejarah Malang yang masih bertahan hingga sekarang.
Di Kecamatan Tumpang terdapat dua candi penting yang menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Singasari. Candi Kidal dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Anusapati. Selain memiliki nilai sejarah, candi ini terkenal dengan relief Garudeya yang mengandung pesan moral mengenai pengabdian, pengorbanan, dan pembebasan dari penderitaan.
Masih di wilayah Tumpang, terdapat Candi Jago atau Candi Jajaghu yang merupakan tempat perabuan Raja Wisnuwardhana. Candi ini memiliki relief yang sangat kaya dengan kisah-kisah dari ajaran Buddha dan Hindu. Perpaduan dua unsur keagamaan tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Singasari yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan sinkretisme.
Peninggalan lain yang tidak kalah menarik adalah Candi Sumberawan yang berada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Berbeda dengan candi-candi lain yang bercorak Hindu, bangunan ini berbentuk stupa dan menjadi satu-satunya stupa Buddha yang ditemukan di kawasan Malang. Letaknya yang berada di kaki pegunungan dengan suasana sejuk menjadikan kawasan ini memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik wisata alam.
Sementara itu, Kota Malang juga memiliki Candi Badut yang berada di kawasan Karangbesuki. Candi ini diperkirakan dibangun lebih awal pada masa Raja Gajayana dan menjadi salah satu candi tertua di Jawa Timur. Bentuk bangunannya yang sederhana justru memperlihatkan karakter arsitektur khas masa awal perkembangan candi Hindu di Nusantara.
Beragam peninggalan kerajaan di Malang Raya menunjukkan bahwa kawasan ini bukan sekadar kota pendidikan atau tujuan wisata modern. Di setiap batu candi, prasasti, dan arca tersimpan kisah panjang tentang lahirnya peradaban, perkembangan agama, hingga perjalanan politik kerajaan yang pernah menguasai wilayah Jawa Timur. Keberadaan situs-situs bersejarah tersebut menjadi warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi penelitian, pendidikan, sekaligus pengembangan pariwisata berbasis sejarah.
Mengunjungi peninggalan kerajaan di Malang tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia. Warisan yang telah bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun ini mengingatkan bahwa Malang Raya memiliki peran besar dalam membentuk sejarah Nusantara yang patut dijaga dan dikenalkan kepada generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung