Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 21:07 WIB

Kopi Taji, Sensdasi Ngopi di di ketinggian sekitar 1.200 mdpl

Kopi Taji, Sensdasi Ngopi di di ketinggian sekitar 1.200 mdplKopi Taji Kabupaten Malang (Foto Istimewa)

Malang - Kopi bukan sekadar minuman bagi masyarakat Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Di balik setiap cangkir yang tersaji, tersimpan jejak sejarah panjang yang telah mengakar sejak masa kolonial Belanda. Kini, warisan tersebut kembali hidup melalui Kopi Taji, produk kopi lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus daya tarik wisata di kawasan lereng Gunung Bromo.

Desa Taji berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Suhu udara yang sejuk, tanah vulkanik yang subur, serta kondisi geografis pegunungan menciptakan lingkungan ideal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas. Tak heran jika sejak puluhan tahun lalu kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi di wilayah timur Kabupaten Malang.

Popularitas Kopi Taji sempat meredup ketika banyak petani beralih menanam komoditas hortikultura seperti kubis, kentang, dan wortel. Namun dalam beberapa tahun terakhir, semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi lokal mulai tumbuh. Warga kembali menanam kopi robusta dan arabika, kemudian mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengembangkan kawasan wisata berbasis kopi.

Kebangkitan tersebut tidak hanya menghasilkan produk kopi berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung dapat menikmati secangkir kopi langsung di kawasan perkebunan dengan panorama pegunungan yang membentang luas. Kabut tipis yang turun pada pagi hari, udara yang segar, dan hamparan hijau menjadi perpaduan yang membuat aktivitas menyeruput kopi terasa lebih berkesan.

Setiap cangkir Kopi Taji berasal dari biji kopi yang dipanen di desa setempat. Proses pengolahan dilakukan oleh masyarakat lokal sehingga cita rasa yang dihasilkan tetap mempertahankan karakter khas daerah pegunungan. Hal ini menjadi nilai lebih karena pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga mengenal perjalanan panjang mulai dari kebun hingga menjadi minuman siap saji.

Perkembangan Kopi Taji juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata. Desa Taji kini dikenal sebagai desa wisata yang menawarkan paket edukasi kopi, area berkemah, homestay, hingga kafe dengan pemandangan alam terbuka. Konsep tersebut menjadikan desa ini sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan sekaligus mempelajari proses budidaya kopi secara langsung.

Bagi para pencinta kopi, berkunjung ke Desa Taji bukan hanya soal mencari rasa yang nikmat. Perjalanan menuju kawasan ini menghadirkan pengalaman tersendiri melalui jalan pegunungan yang berliku dengan panorama lereng Gunung Bromo. Sesampainya di lokasi, secangkir kopi hangat seolah menjadi teman terbaik untuk menikmati keheningan alam yang mulai sulit ditemukan di perkotaan.

Kopi Taji membuktikan bahwa sebuah produk lokal dapat tumbuh menjadi identitas daerah ketika sejarah, budaya, alam, dan semangat masyarakat berjalan beriringan. Dari lereng Gunung Bromo, aroma kopi ini terus mengalir membawa cerita tentang tradisi yang berhasil dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kopi Taji, Sensdasi Ngopi di di ketinggian sekitar 1.200 mdpl

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!