Candi Badut (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Life - Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata pegunungan. Di balik perkembangan kotanya, wilayah ini juga menyimpan jejak panjang peradaban kerajaan yang pernah berkembang di Jawa Timur. Bukti kejayaan tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan sejarah yang tersebar di sejumlah lokasi. Mulai dari prasasti hingga candi, semuanya menjadi saksi perjalanan budaya dan pemerintahan pada masa lampau.
Salah satu peninggalan paling penting adalah Prasasti Dinoyo. Prasasti ini menjadi bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan berkembang pada abad ke-8 Masehi. Keberadaannya memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena termasuk salah satu prasasti tertua yang pernah ditemukan di Jawa Timur.
Prasasti Dinoyo ditemukan di sekitar aliran Sungai Metro, tidak jauh dari lokasi Candi Badut. Tulisan pada prasasti tersebut menceritakan masa pemerintahan Raja Gajayana dan menggambarkan perkembangan Kerajaan Kanjuruhan pada masa kejayaannya. Selain menjadi catatan sejarah, prasasti ini juga menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah Malang telah mengenal tradisi tulis sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Tidak jauh dari lokasi penemuan prasasti berdiri Candi Badut, salah satu candi tertua di Jawa Timur. Bangunan bercorak Hindu ini diyakini dibangun pada masa pemerintahan Raja Gajayana sebagai tempat pemujaan keagamaan. Hingga kini, bentuk arsitekturnya masih memperlihatkan karakter khas bangunan candi pada masa awal perkembangan Hindu di Pulau Jawa.
Pada masa itu, wilayah kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan diperkirakan membentang cukup luas. Daerah kekuasaannya meliputi kawasan sekitar Gunung Kawi, wilayah pegunungan di bagian timur dan barat, hingga mencapai pesisir utara dan selatan Jawa. Namun setelah pergantian kepemimpinan, kekuatan kerajaan mulai melemah hingga akhirnya berada di bawah pengaruh Kerajaan Mataram Kuno.
Peninggalan berikutnya adalah Candi Singasari yang berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Candi ini merupakan warisan Kerajaan Singasari yang berkembang pada abad ke-13. Bangunan tersebut dikenal sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singasari yang memiliki peran besar dalam sejarah Nusantara sebelum lahirnya Kerajaan Majapahit.
Candi Singasari dibangun menggunakan batu andesit yang disusun dengan teknik konstruksi yang menunjukkan kemampuan arsitektur tinggi pada zamannya. Letaknya yang berada di antara kawasan pegunungan juga memberikan suasana yang mendukung nilai historis sekaligus keindahan panorama di sekitarnya.
Selain dua candi tersebut, Malang juga memiliki Situs Srigading yang berada di wilayah Lawang. Situs ini diperkirakan berasal dari masa Mataram Kuno dan memiliki hubungan dengan pemerintahan Mpu Sindok. Hasil penelitian arkeologi menemukan berbagai artefak yang diduga digunakan dalam upacara pendirian bangunan suci.
Di kawasan situs juga ditemukan struktur yang dikenal sebagai sumuran. Di dalamnya terdapat berbagai benda seperti logam, perunggu, besi, dan perlengkapan yang dipercaya memiliki fungsi ritual. Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai tradisi spiritual masyarakat pada masa itu, termasuk kepercayaan yang berkaitan dengan pembangunan tempat ibadah.
Keempat peninggalan tersebut menunjukkan bahwa Malang pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan peradaban di Jawa Timur. Prasasti, candi, dan situs arkeologi yang masih bertahan hingga sekarang menjadi bukti nyata bahwa wilayah ini memiliki sejarah panjang yang patut dipelajari dan dilestarikan.
Bagi masyarakat maupun wisatawan, mengunjungi situs-situs bersejarah tersebut bukan hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat jejak kerajaan-kerajaan yang pernah membentuk sejarah Malang dan Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung