Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto Istimewa)
News - Pemerintah Kabupaten Malang terus mematangkan rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang diproyeksikan menjadi wajah baru ibu kota Kabupaten Malang. Kawasan yang direncanakan berada di depan Stadion Kanjuruhan itu tidak hanya akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat aktivitas pemerintahan, sosial, budaya, hingga penggerak ekonomi daerah.
Saat ini, proses penentuan lokasi masih memasuki tahap finalisasi. Pemerintah daerah mengkaji sejumlah aspek agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi pertimbangan berada di sekitar kompleks Islamic Center, yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Malang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik representatif bagi masyarakat. Selain mempertimbangkan aspek tata ruang, pemerintah juga menghitung kebutuhan anggaran pembangunan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 miliar.
Pendanaan proyek tersebut direncanakan berasal dari dividen saham Pemerintah Kabupaten Malang di Bank Jatim. Skema tersebut dipilih agar pembangunan dapat dilakukan tanpa mengganggu program prioritas daerah lainnya.
Konsep Alun-Alun Kepanjen tidak hanya menghadirkan ruang hijau dan area rekreasi, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Pemerintah berencana membangun rest area yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan yang melintas di wilayah Kepanjen. Selain itu, akan disediakan area khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang melibatkan perwakilan UMKM dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Keberadaan sentra UMKM tersebut diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Dengan demikian, kawasan alun-alun tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa pembangunan Alun-Alun Kepanjen merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang. Selama ini, pusat pemerintahan terus berkembang sehingga membutuhkan ruang publik yang mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat secara terpadu.
Melalui pembangunan tersebut, Kepanjen diharapkan berkembang sebagai kawasan yang tidak hanya menjadi pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, kegiatan budaya, pelayanan publik, hingga pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih modern dan tertata.
Pemerintah Kabupaten Malang telah menyusun tahapan pelaksanaan proyek tersebut. Pada tahun 2026, fokus diarahkan pada penyusunan perencanaan teknis serta proses pengadaan lahan. Setelah seluruh persiapan selesai, pembangunan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Alun-Alun Kepanjen diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Malang. Kehadirannya tidak hanya mempercantik kawasan ibu kota kabupaten, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu menghadirkan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung