Berkuda menjadi gaya hidup urban (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang – Dahulu, berkuda sering dianggap olahraga eksklusif yang hanya bisa dinikmati kalangan atas. Peralatannya mahal, tempatnya terbatas, dan kesannya “elit”. Namun kini, anggapan itu mulai bergeser. Di berbagai kota besar, termasuk Malang, berkuda telah menjelma menjadi gaya hidup baru masyarakat urban bukan sekadar olahraga, tapi juga sarana rekreasi dan terapi mental.
Pemandangan orang dewasa maupun anak-anak menunggang kuda di akhir pekan kini bukan hal asing. Arena berkuda yang dulu identik dengan klub-klub privat, kini banyak bermunculan dengan konsep riding school dan horse camp yang lebih terbuka untuk publik. Biayanya pun relatif terjangkau, mulai dari ratusan ribu rupiah per sesi, tergantung jenis latihan dan durasinya.
“Sekarang banyak stable yang menawarkan paket belajar berkuda secara harian, bahkan ada yang bisa bayar per sesi. Jadi bukan olahraga mahal lagi,” ujar Arif, salah satu pengelola arena berkuda di kawasan Karanglo, Malang.
Bagi sebagian masyarakat kota, berkuda bukan hanya soal olahraga, tapi juga pelarian dari rutinitas perkotaan yang padat dan penuh tekanan. Aktivitas menunggang kuda mengharuskan seseorang fokus, tenang, dan memiliki koneksi emosional dengan hewan tunggangan. Tak heran jika banyak yang menganggapnya sebagai bentuk terapi mental alami.
Selain menumbuhkan rasa percaya diri dan keseimbangan tubuh, berkuda juga memberi pengalaman spiritual yang unik kedekatan dengan hewan besar yang penuh kepekaan.
"Kuda itu punya insting kuat. Kalau penunggangnya tegang, dia juga ikut gelisah. Jadi latihan ini sekaligus melatih ketenangan diri,” kata Arif menambahkan.
Tren ini juga mulai menarik perhatian generasi muda. Banyak remaja hingga mahasiswa yang mencoba menunggang kuda sebagai hobi baru yang estetik dan berkelas, apalagi dengan banyaknya konten media sosial bertema *urban riding lifestyle.
Tak hanya di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, kini beberapa stable di Malang, Batu, hingga Pasuruan juga membuka diri untuk masyarakat umum. Mereka menawarkan paket belajar dasar, sesi foto berkuda, hingga latihan jumping dan polo bagi yang ingin serius menekuni olahraga ini.
Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat urban terhadap olahraga tradisional yang dulu dianggap mahal. Berkuda kini menjadi simbol keseimbangan hidup modern "perpaduan antara olahraga, relaksasi, dan gaya hidup sehat."
“Berkuda mengajarkan kita tentang kesabaran dan rasa percaya. Dua hal yang justru sering hilang di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota,” tutup Arif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung