Lobak Merah (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Life - Lobak dan waluh sering dipakai untuk masakan rumahan. Banyak orang hanya mengenalnya sebagai sayur murah dan mudah dimasak. Ternyata keduanya punya fakta menarik yang menunjukkan nilai gizi, sejarah, dan penggunaannya dalam berbagai budaya.
Lobak dikenal sebagai sayuran serbaguna. Kamu bisa memasaknya untuk sup, acar, tumis, atau diolah menjadi minuman herbal. Negara seperti Jepang memakai lobak putih dalam hampir semua hidangan, termasuk oden dan sashimi. Lobak juga mengandung vitamin C dan serat. Banyak atlet memakai lobak sebagai bagian dari menu harian karena membantu metabolisme.
Waluh atau labu kuning punya cerita lain. Warga Tengger memakai waluh sebagai bahan pangan penting saat musim panen. Di Amerika, waluh menjadi simbol festival panen. Banyak petani mengolahnya menjadi pai, kue, atau sup. Waluh juga kaya beta-karoten yang membantu kesehatan mata. Petani di beberapa desa memanfaatkannya sebagai pakan ternak karena kandungan nutrisinya cukup lengkap.
Keduanya punya kemampuan penyimpanan yang baik. Kamu bisa menyimpan lobak di tempat sejuk selama beberapa minggu. Waluh bahkan bisa bertahan lebih lama jika disimpan dalam kondisi kering. Ini membuat keduanya menjadi pilihan sayur yang disukai banyak keluarga.
Lobak dan waluh juga tumbuh baik di daerah beriklim tropis. Banyak petani memilih menanamnya karena perawatannya mudah. Hasil panennya stabil. Pasokannya jarang turun drastis. Karena itu harga di pasar sering lebih terjangkau untuk masyarakat.
Bagi pelaku kuliner, dua bahan ini membuka banyak peluang. Kamu bisa membuat menu kreatif seperti bakso lobak, pancake waluh, sup krim waluh, atau salad lobak. Banyak UMKM sudah memanfaatkan waluh sebagai bahan olahan untuk jajanan pasar.
Lobak dan waluh terlihat sederhana. Tapi keduanya menyimpan cerita panjang dari dapur sampai budaya lokal. Kamu bisa memanfaatkannya untuk pangan sehari hari atau produk kuliner baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online