Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 07:36 WIB

Anak Muda Pilih Gunung, Trail Run Kini Naik Level

Anak Muda Pilih Gunung, Trail Run Kini Naik LevelTrail Running Tek Tok di Gunung (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

File - Trail run bukan lagi sekadar lari di alam terbuka. Di kalangan anak muda hari ini, levelnya naik. Mereka tidak puas berlari di bukit atau jalur ringan. Mereka langsung memilih gunung.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai daerah. Jalur dengan elevasi curam, tanah licin, dan napas yang diuji justru jadi daya tarik. Gunung Semeru, Lawu, Arjuno, hingga Rinjani sering muncul di unggahan media sosial pelari muda.

Bagi mereka, trail run di gunung adalah tantangan nyata. Bukan soal jarak saja. Ada tanjakan panjang, turunan ekstrem, dan cuaca yang cepat berubah. Semua itu jadi bagian dari pengalaman.

Media sosial ikut mendorong tren ini. Video start pagi hari, sepatu penuh lumpur, dan garis finis di punggungan gunung jadi konten yang dianggap prestise. Banyak pelari muda mengejar sensasi itu.

Data komunitas trail run menunjukkan peningkatan peserta usia 18 sampai 30 tahun dalam lima tahun terakhir. Event trail run kategori gunung juga cepat penuh. Tiket sering habis dalam hitungan jam.

Motivasi mereka beragam. Ada yang ingin menguji mental. Ada yang mencari pelarian dari rutinitas kota. Ada juga yang menjadikan trail run sebagai identitas gaya hidup.

Namun satu hal yang sama. Gunung memberi rasa pencapaian yang berbeda. Finish di ketinggian ribuan meter memberi kepuasan yang sulit digantikan.

Trail run kini bukan lagi soal lari. Bagi anak muda, ini soal naik kelas. Dari bukit ke gunung. Dari sekadar olahraga ke pengalaman hidup.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Anak Muda Pilih Gunung, Trail Run Kini Naik Level

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!