Pendaki Mencoba Perosotan di Jalur Merbabu (Foto Istimewa)
Life - Aktivitas pendakian gunung terus diminati anak muda. Media sosial ikut mendorong tren baru di jalur pendakian. Salah satunya aksi meluncur seperti perosotan di jalur tanah Gunung Merbabu. Aksi ini terlihat seru di video, namun berdampak serius di lapangan.
Beberapa jalur pendakian Merbabu mengalami kerusakan cukup parah. Tanah menjadi licin, cekung, dan tidak stabil. Bekas gesekan tubuh pendaki membuat jalur kehilangan pijakan alami. Kondisi ini membahayakan pendaki lain yang melintas setelahnya.
Kerusakan paling terasa saat musim hujan. Jalur yang sudah licin semakin sulit dilewati. Risiko terpeleset meningkat. Pendaki pemula jadi kelompok paling rentan. Jalur yang rusak juga mempercepat erosi tanah dan memperbesar potensi longsor kecil.
Pengelola dan relawan harus turun tangan. Mereka memperbaiki jalur secara manual dengan kayu dan tanah. Proses ini memakan waktu dan tenaga. Padahal perawatan jalur seharusnya bisa diminimalkan jika pendaki patuh aturan.
Gunung bukan wahana bermain. Jalur pendakian dibuat untuk berjalan, bukan untuk meluncur. Aksi perosotan tidak memberi manfaat apa pun bagi alam. Dampaknya nyata dan merugikan banyak orang.
Kamu yang hobi mendaki perlu lebih sadar. Konten bisa dibuat tanpa merusak alam. Gunung akan tetap indah jika dijaga bersama. Jalur aman berarti pendakian nyaman untuk semua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan