Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 16:16 WIB

Gunung Putri Tidur, Siluet Alam yang Membuat Malang Selalu Dirindukan

Gunung Putri Tidur, Siluet Alam yang Membuat Malang Selalu DirindukanGunung Putri Tidur (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Bila Kamu berada di Malang dan sekitarnya saat cuaca cerah, cobalah menengok ke kejauhan. Ada satu pemandangan yang sering luput dari perhatian, padahal menyimpan daya tarik visual yang kuat. Gugusan ini dikenal dengan sebutan Gunung Putri Tidur.

Gunung Putri Tidur bukan satu gunung tunggal. Ia adalah rangkaian tiga gunung di Jawa Timur yang membentuk siluet menyerupai seorang putri yang sedang tertidur. Gunung Butak berada di bagian kepala. Gunung Kawi membentuk bagian dada dan tangan yang bersedekap. Gunung Panderman menjadi bagian kaki. Ketiganya terlihat menyatu bila dipandang dari jarak tertentu.

Penamaan ini muncul dari cara masyarakat membaca lanskap alam. Dari kejauhan, garis punggung gunung membentuk kontur wajah menghadap ke atas. Rambut sang putri seolah terurai ke belakang. Posisi tubuhnya tampak tenang dan utuh. Imaji ini paling jelas terlihat saat langit bersih dari kabut.

Waktu terbaik untuk menikmati Gunung Putri Tidur adalah pagi dan sore hari. Cahaya matahari datang dari sudut rendah. Bayangan gunung terlihat tegas. Siluetnya muncul dengan kontras yang kuat. Pada pagi hari, warna langit cenderung lembut. Pada sore hari, cahaya keemasan memberi kesan hangat pada kontur gunung.

Dari sisi geografis, ketiga gunung ini memang memiliki posisi yang saling berdekatan. Gunung Butak dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur. Gunung Kawi memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat sekitar. Gunung Panderman menjadi latar alami Kota Batu. Saat ketiganya terbaca sebagai satu kesatuan visual, lanskap ini berubah menjadi cerita.

Gunung Putri Tidur menunjukkan bahwa alam tidak hanya bisa dinikmati sebagai objek fisik. Alam juga bisa dibaca sebagai simbol. Cara pandang ini memperkaya pengalaman melihat gunung. Kamu tidak sekadar melihat tinggi dan lereng. Kamu melihat bentuk, makna, dan imajinasi kolektif.

Bagi fotografer dan penikmat alam, Gunung Putri Tidur adalah objek yang menarik. Sudut pandang menentukan cerita visual yang muncul. Lokasi pengamatan yang tepat akan memperjelas siluetnya. Cuaca cerah menjadi kunci utama.

Gunung Putri Tidur juga mengingatkan bahwa Malang dan sekitarnya menyimpan banyak narasi visual yang lahir dari interaksi manusia dengan alam. Cerita ini tidak dibuat-buat. Ia tumbuh dari kebiasaan melihat, menafsirkan, dan memberi nama.

Jika Kamu berkunjung ke Malang, sempatkan menatap horizon. Saat siluet itu muncul, Kamu akan memahami mengapa banyak orang jatuh cinta pada lanskap ini. Gunung Putri Tidur bukan sekadar pemandangan. Ia adalah cara alam bercerita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gunung Putri Tidur, Siluet Alam yang Membuat Malang Selalu Dirindukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!