Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 28 JANUARI 2026 • 11:03 WIB

Es Gabus Jadul Masih Dijual di Sekolah Dasar. Ini Fakta Asli dan Cara Membedakannya dari Spon

Es Gabus Jadul Masih Dijual di Sekolah Dasar. Ini Fakta Asli dan Cara Membedakannya dari SponEs Gabus Jadul (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Life - Es gabus masih bertahan sebagai jajanan sekolah dasar. Di tengah dominasi jajanan modern, es warna-warni ini tetap muncul saat jam istirahat. Harganya murah. Rasanya manis. Bentuknya sederhana. Anak-anak masih membelinya tanpa ragu.

Es gabus dikenal sebagai es jadul yang populer sejak era 1980-an. Banyak orang tua mengenalnya sebagai jajanan masa kecil. Kini, jajanan yang sama masih bisa ditemui di lingkungan sekolah dasar, terutama di pinggiran kota dan desa.

Penjual es gabus biasanya pedagang keliling. Mereka datang membawa boks styrofoam atau ember plastik. Waktu jualan paling ramai saat bel istirahat berbunyi. Harga satu potong berkisar seribu hingga dua ribu rupiah. Ukurannya kecil. Warnanya mencolok.

Bahan utama es gabus adalah tepung hunkwe atau tepung tapioka. Bahan ini dicampur gula dan santan. Adonan dimasak hingga mengental. Setelah itu dikukus agar padat. Proses berikutnya adalah pembekuan. Adonan yang sudah beku dipotong memanjang atau berbentuk balok kecil.

Tekstur es gabus menjadi ciri utama. Saat digigit, es terasa lembut dan mudah hancur. Sensasi dingin langsung terasa. Rasa manis muncul tanpa aroma menyengat. Ini yang membuat anak-anak menyukainya.

Namun, muncul isu lama yang terus berulang. Es gabus sering dituduh terbuat dari spon. Isu ini membuat sebagian orang tua khawatir. Bentuk dan tekstur memang sekilas mirip. Padahal, keduanya sangat berbeda jika diperhatikan dengan benar.

Kamu bisa membedakan es gabus asli dengan spon menggunakan cara sederhana.

Pertama, perhatikan aromanya. Es gabus memiliki aroma manis dari gula dan santan. Spon tidak memiliki aroma makanan sama sekali.

Kedua, tekan dengan jari. Es gabus akan hancur atau patah. Teksturnya rapuh. Spon akan kembali ke bentuk semula setelah ditekan.

Ketiga, cicipi sedikit. Es gabus langsung meleleh di mulut. Rasa manis terasa jelas. Spon tidak meleleh dan terasa aneh jika digigit.

Keempat, rendam di air. Es gabus akan larut perlahan dan hancur. Spon tetap utuh dan mengapung.

Kelima, lihat permukaannya. Es gabus tidak memiliki pori besar. Spon memiliki lubang-lubang jelas dan tidak beraturan.

Beberapa dinas kesehatan daerah pernah menyampaikan klarifikasi. Es gabus aman dikonsumsi jika dibuat dari bahan pangan dan prosesnya higienis. Risiko muncul jika pedagang menggunakan pewarna tekstil atau air yang tidak bersih. Ini yang perlu diwaspadai orang tua dan guru.

Kamu bisa mengajarkan anak untuk memilih jajanan dengan bijak. Perhatikan kebersihan penjual. Lihat cara penyimpanan es. Pastikan es dibungkus rapi dan tidak dibiarkan terbuka terlalu lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Es Gabus Jadul Masih Dijual di Sekolah Dasar. Ini Fakta Asli dan Cara Membedakannya dari Spon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!