Gianluca Pandeynuwu Kiper BAru Aremafc (Aremafc.com)
Malang - Arema FC bergerak cepat setelah menelan kekalahan di markas Dewa United pada Senin, 26 Januari 2026. Hasil minor tersebut langsung direspons manajemen Singo Edan dengan merilis rekrutan baru. Arema resmi mendatangkan kiper Gianluca Pandeynuwu dengan status pemain pinjaman dari Persis Solo.
Pengumuman ini cukup mengejutkan publik. Pasalnya, hasil pertandingan kontra Dewa United memunculkan banyak sorotan pada lini depan dan lini belakang Arema FC. Namun manajemen justru memilih menambah amunisi di sektor penjaga gawang.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membenarkan perekrutan tersebut. Pria yang akrab disapa Inal itu menyebut keputusan mendatangkan Gianluca merupakan hasil evaluasi bersama jajaran pelatih.
“Inilah hasil evaluasi dengan tim pelatih. Posisi penjaga gawang masih membutuhkan tambahan. Kesepakatan ini tercapai setelah komunikasi dan persetujuan antara Arema dan Persis,” kata Inal.
Evaluasi ini dilakukan menyeluruh setelah Arema tampil inkonsisten dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski sektor kiper tidak menjadi sorotan utama, manajemen menilai kebutuhan tim harus dilihat secara jangka panjang.
Jika melihat respons netizen di media sosial resmi Arema FC, sebagian besar suporter sebenarnya berharap klub mendatangkan pemain di posisi striker dan stoper. Alasan mereka cukup logis dan berbasis kondisi tim saat ini.
Di lini depan, Arema hanya mengandalkan Dalberto Luan sebagai ujung tombak utama. Minimnya opsi striker membuat daya dobrak tim mudah terbaca lawan. Ketika Dalberto dikawal ketat atau tidak dalam performa terbaik, Arema kerap kesulitan mencetak gol.
Sementara itu, di lini belakang, Arema kehilangan bek utama Luiz Gustavo. Pemain asing tersebut mengalami cedera lutut serius dan dipastikan harus menjalani pemulihan hingga akhir musim. Kondisi ini membuat sektor stoper dinilai paling rawan.
Berbeda dengan dua sektor tersebut, posisi penjaga gawang dianggap relatif aman. Lucas Frigeri masih menjadi pilihan utama pelatih. Penampilannya terbilang stabil sepanjang musim. Selain itu, Adi Satryo juga sempat mencuri perhatian ketika mendapatkan kesempatan tampil di awal musim. Beberapa penyelamatan krusial membuatnya menuai pujian.
Namun Arema tampaknya memiliki pertimbangan berbeda. Manajemen tidak ingin bergantung pada dua nama saja di posisi vital seperti penjaga gawang. Cedera, akumulasi kartu, hingga penurunan performa bisa datang kapan saja.
Gianluca Pandeynuwu sendiri bukan nama baru dalam wacana transfer Arema FC. Kiper berusia 28 tahun ini sudah lama dikaitkan dengan Singo Edan. Isu tersebut semakin kuat sejak tahun 2024.
Pada tahun tersebut, Gianluca menikah dengan perempuan asal Malang. Istrinya merupakan putri dari mantan manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas. Sejak saat itu, nama Gianluca hampir selalu muncul setiap kali Arema berbicara soal kebutuhan kiper.
Kedekatan emosional dengan Kota Malang membuat publik menilai Gianluca hanya tinggal menunggu waktu untuk bergabung dengan Arema. Namun transfer tersebut tak kunjung terwujud hingga akhirnya baru terealisasi pada musim ini.
Terlepas dari faktor non-teknis, Gianluca dinilai memiliki kualitas yang layak untuk memperkuat Arema. Ia pernah membela klub besar Liga 1 seperti Borneo FC dan Persis Solo. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi Arema yang tengah berusaha menjaga stabilitas tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com