Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:49 WIB

Pecinan Malang, Kawasan Pertokoan Kolonial yang Bertahan di Tengah Gempuran Mal

Pecinan Malang, Kawasan Pertokoan Kolonial yang Bertahan di Tengah Gempuran MalSuasana Komplek Pecinan Malang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Pecinan Malang merupakan kawasan pertokoan lama yang tumbuh sejak era kolonial. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi komunitas Tionghoa di Kota Malang. Sejak dulu, Pecinan dikenal sebagai area niaga. Toko kelontong, obat, kain, dan kebutuhan harian berjajar di sepanjang jalan. Pola ini bertahan hingga puluhan tahun.

Bangunan di kawasan ini masih mempertahankan bentuk lama. Ruko dengan fasad klasik menjadi ciri utama. Tata ruangnya menunjukkan gaya perdagangan kota kolonial. Kini tantangan semakin besar. Pusat perbelanjaan modern tumbuh di berbagai sudut kota. Mal dan ritel besar menawarkan kenyamanan dan konsep baru.

Meski begitu, Pecinan Malang tetap mencoba bertahan. Beberapa toko masih dikelola lintas generasi. Pelanggan setia datang karena harga, relasi, dan kepercayaan. Aktivitas ekonomi di Pecinan bergerak dengan ritme berbeda. Transaksi berlangsung langsung antara penjual dan pembeli. Interaksi personal menjadi kekuatan utama kawasan ini. 

Pecinan juga memiliki nilai budaya. Tradisi dan perayaan masih dijaga. Kawasan ini menjadi ruang hidup komunitas, bukan sekadar tempat belanja.Keberadaan Pecinan Malang menunjukkan daya tahan ekonomi lokal. Di tengah arus modernisasi, kawasan ini tetap hidup dengan caranya sendiri. Pecinan menjadi saksi bagaimana sejarah dan perdagangan kota terus bernegosiasi dengan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pecinan Malang, Kawasan Pertokoan Kolonial yang Bertahan di Tengah Gempuran Mal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!