Jalan Unik di Malang,Jalan Menuju Surga (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Sebuah jalan kecil berpaving di sisi persawahan kawasan Blimbing, Kota Malang, menyimpan nama yang unik. Warga setempat menyebutnya Jalan Menuju Surga. Nama ini bukan istilah kiasan, melainkan benar terpasang dan dikenal luas oleh masyarakat sekitar.
Secara fisik, jalan tersebut tampak sederhana. Lebarnya sempit dan hanya cukup dilalui kendaraan roda dua serta mobil kecil secara bergantian. Di kanan kirinya terbentang sawah yang masih aktif digarap warga. Suasananya tenang, jauh dari hiruk pikuk lalu lintas utama Kota Malang.
Nama Jalan Menuju Surga muncul dari kebiasaan warga yang menggunakan akses tersebut untuk mengantarkan jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum di bagian utara wilayah itu. Jalan ini menjadi rute paling cepat dan praktis. Warga tidak perlu memutar lebih jauh melalui jalan besar.
Menurut penuturan warga sekitar, penamaan itu disepakati secara sederhana. Karena jalan tersebut kerap dilalui untuk perjalanan terakhir seseorang, mereka menyebutnya sebagai jalan menuju surga. Nama itu kemudian melekat dan digunakan hingga sekarang.
Selain menjadi jalur prosesi pemakaman, jalan ini juga berfungsi sebagai akses alternatif bagi warga. Saat jalan utama padat, sebagian pengendara memilih melintas di jalur ini untuk menghemat waktu. Meski begitu, warga tetap menjaga ketertiban dan kesopanan, terutama saat ada iring-iringan jenazah yang melintas.
Keberadaan Jalan Menuju Surga menunjukkan bagaimana masyarakat memberi makna pada ruang di sekitar mereka. Penamaan jalan tidak selalu berasal dari tokoh besar atau peristiwa sejarah. Dalam kasus ini, aktivitas sosial sehari-hari justru menjadi dasar utama.
Bagi sebagian orang, nama tersebut mungkin terdengar unik dan memancing rasa penasaran. Namun bagi warga Blimbing, Jalan Menuju Surga adalah bagian dari kehidupan mereka. Jalan kecil di tepi sawah itu bukan sekadar akses penghubung, tetapi juga simbol perjalanan terakhir yang diiringi doa dan harapan baik.
Di tengah perkembangan Kota Malang yang semakin pesat, Jalan Menuju Surga tetap berdiri sebagai pengingat bahwa setiap sudut kota memiliki cerita. Cerita sederhana, namun penuh makna bagi mereka yang tinggal dan tumbuh di sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung