Parkir liar kayutangan (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang terus menjadi magnet wisata. Setiap akhir pekan area ini ramai pengunjung yang datang untuk berjalan kaki, menikmati kuliner, dan melihat bangunan bersejarah.
Pemerintah Kota Malang sebenarnya sudah menyiapkan solusi parkir. Fasilitas parkir terpadu disediakan agar kawasan utama tetap nyaman bagi pejalan kaki. Pengunjung cukup memarkir kendaraan di titik yang telah ditentukan lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Namun kenyataannya, masih banyak pengunjung yang memilih parkir di tepi jalan kawasan Kayutangan. Beberapa kendaraan terlihat berhenti di area yang seharusnya steril dari parkir. Kondisi ini membuat ruang jalan menyempit dan mengganggu arus lalu lintas.
Petugas kerap mengingatkan pengendara untuk menggunakan parkir terpadu. Meski begitu, pelanggaran masih terjadi. Banyak pengunjung ingin memarkir kendaraan sedekat mungkin dengan lokasi tujuan.
Padahal jarak parkir terpadu ke kawasan Kayutangan tidak terlalu jauh. Akses menuju kawasan utama juga sudah dirancang nyaman untuk pejalan kaki. Jalur pedestrian lebar dan aman.
Jika pengunjung disiplin menggunakan parkir terpadu, suasana kawasan akan lebih tertata. Trotoar bisa dimanfaatkan maksimal oleh pejalan kaki. Lalu lintas kendaraan juga lebih lancar.
Kayutangan Heritage dirancang sebagai ruang publik yang ramah wisatawan. Konsep ini akan berjalan baik jika didukung perilaku pengunjung yang tertib.
Kesadaran bersama menjadi kunci. Parkir terpadu sudah tersedia. Tinggal bagaimana pengunjung ikut menjaga ketertiban agar kawasan Kayutangan tetap nyaman dinikmati semua orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung