Kawasan Kayutangan (Antara News)
Malang - Ramainya kunjungan wisata di kawasan Kajoetangan Heritage mulai memunculkan keluhan dari pengunjung. Sejumlah wisatawan mengaku didatangi penjual yang menawarkan produk dengan alasan donasi sosial.
Fenomena ini belakangan muncul di beberapa titik keramaian kawasan heritage. Oknum penjual mendekati wisatawan dengan mengaku sebagai mahasiswa yang sedang menggalang dana kegiatan sosial.
Mereka membawa berbagai produk sederhana. Barang yang ditawarkan antara lain keripik, bakso aci instan, hingga kerajinan tangan. Produk tersebut dijual dengan harga jauh di atas harga pasar.
Beberapa pengunjung mengaku merasa tidak nyaman dengan cara penawaran yang dilakukan. Penjual cenderung mendekat secara intens dan terus membujuk agar produk dibeli. Situasi ini membuat wisatawan merasa tertekan secara psikologis.
Keluhan juga muncul karena tidak adanya informasi yang jelas tentang kegiatan donasi tersebut. Tidak ada identitas organisasi, proposal kegiatan, atau keterangan resmi yang dapat diverifikasi oleh pengunjung.
Kawasan Kajoetangan Heritage selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Malang. Wisatawan datang untuk menikmati bangunan lama, lorong kampung tematik, serta suasana heritage yang khas.
Tingginya jumlah pengunjung memang membuka peluang aktivitas ekonomi. Namun praktik penjualan dengan modus donasi dinilai berpotensi merusak kenyamanan wisata.
Sejumlah pengunjung berharap pengelola kawasan dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat. Tujuannya menjaga citra kawasan heritage agar tetap nyaman bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Group Media Malang