Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 27 MEI 2026 • 09:04 WIB

Uang Mbolengan Kurban, Tradisi Sederhana yang Menghidupkan Semangat Berbagi

Uang Mbolengan Kurban, Tradisi Sederhana yang Menghidupkan Semangat BerbagiPenyembelihan Hewan Kurban (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Menjelang Hari Raya Iduladha, banyak keluarga mulai mempersiapkan hewan kurban dengan berbagai cara. Ada yang menabung melalui rekening bank, ada yang mengikuti arisan kurban, dan ada pula yang tetap mempertahankan cara sederhana yang akrab di tengah masyarakat, yakni “uang mbolengan” kurban.

Istilah uang mbolengan atau uang celengan kurban merujuk pada kebiasaan menyisihkan uang sedikit demi sedikit ke dalam wadah tabungan khusus untuk membeli hewan kurban. Cara ini terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat tentang niat, disiplin, dan semangat berbagi.

Di banyak rumah, kaleng bekas biskuit, botol plastik, hingga celengan tanah liat sering berubah fungsi menjadi tempat menyimpan uang kurban. Nominalnya tidak harus besar. Ada yang memasukkan uang receh seribu rupiah, ada yang menyisihkan sisa uang belanja harian, bahkan ada anak-anak yang ikut memasukkan uang jajannya sebagai bentuk belajar berkurban sejak dini.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa ibadah kurban bukan hanya soal kemampuan ekonomi, tetapi juga soal kesungguhan mempersiapkan diri. Sedikit demi sedikit, uang yang terkumpul perlahan berubah menjadi harapan untuk bisa ikut berbagi daging kurban kepada sesama.

Fenomena uang mbolengan juga memperlihatkan budaya gotong royong yang masih kuat di masyarakat Indonesia. Tidak sedikit warga yang membuat celengan bersama di lingkungan RT, mushola, atau komunitas kecil. Setiap hari mereka menyetor uang seikhlasnya hingga menjelang Iduladha dana tersebut digunakan membeli kambing atau sapi secara kolektif.

Cara ini terasa ringan bagi banyak orang. Dibanding mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus, menabung secara bertahap dianggap lebih memungkinkan. Bahkan bagi sebagian keluarga, uang mbolengan menjadi strategi keuangan sederhana agar tetap bisa menjalankan ibadah kurban tanpa harus mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Menariknya, tradisi ini juga memiliki nilai pendidikan yang kuat di dalam keluarga. Anak-anak belajar memahami arti menabung, belajar menunda keinginan, sekaligus memahami makna berbagi kepada orang lain. Dari celengan kecil di sudut rumah, tumbuh pelajaran tentang kepedulian sosial dan rasa syukur.

Di era digital seperti sekarang, kebiasaan uang mbolengan ternyata belum hilang. Banyak masyarakat tetap mempertahankannya karena dianggap lebih “terasa”. Ada kepuasan tersendiri ketika mendengar suara uang koin jatuh ke dalam celengan setiap hari. Proses itu menjadi pengingat bahwa kurban bukan sekadar transaksi tahunan, tetapi perjalanan niat yang dipersiapkan sejak jauh hari.

Bagi sebagian orang, uang mbolengan mungkin terlihat sederhana. Namun dari kebiasaan kecil itulah lahir semangat besar untuk saling membantu dan berbagi kebahagiaan saat Iduladha tiba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Uang Mbolengan Kurban, Tradisi Sederhana yang Menghidupkan Semangat Berbagi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!