Masjid Jami' Malang (Foto Istimewa)
Malang - Bagi banyak orang, Alun-Alun Merdeka Kota Malang hanya dikenal sebagai ruang terbuka tempat bersantai, bermain, atau menikmati suasana pusat kota. Namun jika diperhatikan lebih jauh, ada pola menarik yang sudah bertahan sejak ratusan tahun lalu. Di satu sisi berdiri Masjid Agung Jami' Malang, sementara di sekitarnya terdapat kawasan pemerintahan dan pusat aktivitas kota.
Tata letak ini ternyata bukan kebetulan.
Sejak masa kerajaan di Pulau Jawa, alun-alun memang dirancang sebagai pusat kehidupan masyarakat. Alun-alun menjadi ruang bersama yang menghubungkan berbagai fungsi penting dalam sebuah kota. Mulai dari urusan pemerintahan, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Konsep ini kemudian terus diwariskan dan berkembang hingga masa kolonial.
Di Kota Malang, pola tersebut masih dapat terlihat dengan jelas. Alun-Alun Merdeka berada di jantung kota dan menjadi titik orientasi berbagai aktivitas masyarakat. Kawasan ini sejak dahulu merupakan pusat pemerintahan yang menjadi lokasi pertumbuhan awal Kota Malang. Kehadiran alun-alun tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka, tetapi juga sebagai simbol identitas kota.
Masjid Agung Jami' Malang yang berada di sisi barat alun-alun juga memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi tata kota Jawa, masjid biasanya ditempatkan berdekatan dengan alun-alun sebagai simbol hubungan antara kehidupan sosial dan nilai spiritual masyarakat. Karena itu, keberadaan masjid di dekat alun-alun bukan sekadar untuk memudahkan akses ibadah, melainkan bagian dari konsep kota yang menempatkan agama sebagai salah satu fondasi kehidupan bersama.
Menariknya, hubungan antara alun-alun dan masjid di Kota Malang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Fungsi keduanya tidak lagi hanya berkaitan dengan urusan pemerintahan atau kegiatan keagamaan semata. Kini kawasan tersebut juga menjadi pusat interaksi sosial, ruang rekreasi keluarga, hingga destinasi wisata perkotaan yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Alun-Alun Merdeka bahkan menjadi salah satu wajah utama Kota Malang. Berbagai kegiatan budaya, perayaan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sering berpusat di kawasan ini. Letaknya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, kawasan perdagangan, dan tempat ibadah membuat alun-alun tetap menjadi ruang publik yang hidup dari masa ke masa.
Jadi, jika suatu hari Anda berjalan di Alun-Alun Merdeka Malang lalu melihat masjid megah berdiri tidak jauh dari pusat pemerintahan kota, itu bukan hasil perencanaan yang kebetulan. Tata ruang tersebut merupakan warisan panjang budaya Jawa yang sejak dulu merancang kota sebagai tempat bertemunya kekuasaan, spiritualitas, dan kehidupan masyarakat dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung