Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 12:23 WIB

Tren Baru Keluarga Kecil, Begini Cara Memulai Beternak Ayam Petelur dari Pemilihan Bibit yang Tepat

Tren Baru Keluarga Kecil, Begini Cara Memulai Beternak Ayam Petelur dari Pemilihan Bibit yang TepatBibit anakan Ayam Petelur (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Beternak ayam petelur kini tidak lagi identik dengan peternakan besar di pedesaan. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas ini mulai diminati banyak keluarga kecil sebagai hobi produktif sekaligus sumber pangan rumahan. Selain dapat menyediakan telur segar setiap hari, memelihara ayam petelur juga menjadi cara menarik untuk mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab kepada anggota keluarga.

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pangan membuat banyak keluarga memilih memproduksi sebagian kebutuhan konsumsi mereka sendiri. Salah satunya dengan memelihara beberapa ekor ayam petelur di halaman rumah. Dengan lahan yang tidak terlalu luas, keluarga sudah dapat menikmati hasil panen telur untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi pemula, langkah paling penting sebelum membangun kandang atau membeli pakan adalah memilih bibit ayam yang tepat. Kesalahan dalam memilih bibit sering menjadi penyebab utama kegagalan peternak pemula karena ayam tumbuh tidak optimal atau produktivitas telurnya rendah.

Saat membeli bibit, calon peternak sebaiknya memilih ayam dari peternak atau pembibit terpercaya. Bibit yang sehat umumnya memiliki mata cerah, bulu bersih dan rapi, tubuh aktif bergerak, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti lesu atau gangguan pernapasan. Kondisi fisik ayam sejak awal sangat berpengaruh terhadap performa produksi telur saat dewasa nanti.

Untuk kebutuhan rumah tangga, jenis ayam petelur ras seperti Isa Brown, Lohmann Brown, atau Hy-Line Brown sering menjadi pilihan karena dikenal produktif dan mampu menghasilkan telur dalam jumlah tinggi. Ayam-ayam ini biasanya mulai bertelur pada usia sekitar 18 hingga 20 minggu dengan tingkat produksi yang stabil apabila mendapatkan perawatan yang baik.

Pemula juga perlu menentukan usia bibit yang akan dibeli. Sebagian orang memilih membeli Day Old Chick (DOC) atau anak ayam berusia satu hari karena harganya lebih murah. Namun metode ini membutuhkan perhatian ekstra, mulai dari pengaturan suhu kandang, pemberian pakan khusus, hingga pengawasan kesehatan yang lebih intensif.

Alternatif yang lebih praktis adalah membeli ayam remaja atau pullet berusia sekitar 12 hingga 16 minggu. Meskipun harganya lebih mahal, risiko kematian lebih rendah dan waktu menuju masa produksi telur menjadi lebih singkat. Pilihan ini banyak diminati keluarga yang ingin segera merasakan hasil tanpa harus melalui fase pemeliharaan anak ayam yang cukup rumit.

Selain bibit, kesiapan kandang juga tidak boleh diabaikan. Kandang yang bersih, memiliki sirkulasi udara baik, dan terlindung dari hujan maupun predator akan membantu ayam tumbuh sehat. Untuk skala rumahan, kandang sederhana yang mampu menampung lima hingga sepuluh ekor ayam sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan telur keluarga.

Pakan berkualitas menjadi faktor berikutnya yang menentukan keberhasilan. Ayam petelur membutuhkan asupan protein, energi, vitamin, dan mineral yang seimbang agar mampu menghasilkan telur secara optimal. Air minum bersih juga harus tersedia setiap saat karena kekurangan air dapat menurunkan produktivitas ayam.

Meski terlihat sederhana, beternak ayam petelur membutuhkan konsistensi dalam perawatan. Namun banyak keluarga mengaku aktivitas ini memberikan kepuasan tersendiri. Selain memperoleh telur segar setiap hari, mereka juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dan menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan bersama keluarga.

Dengan memilih bibit yang sehat dan sesuai kebutuhan, beternak ayam petelur skala rumahan dapat menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih mandiri. Tidak heran jika tren ini semakin populer dan mulai menjadi pilihan banyak keluarga yang ingin memanfaatkan lahan rumah secara produktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tren Baru Keluarga Kecil, Begini Cara Memulai Beternak Ayam Petelur dari Pemilihan Bibit yang Tepat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!