Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 00:00 WIB

Satpol PP Ajak Warga Boikot PKL Jalan Veteran, Upaya Baru Atasi Pelanggaran yang Tak Kunjung Usai

Satpol PP Ajak Warga Boikot PKL Jalan Veteran, Upaya Baru Atasi Pelanggaran yang Tak Kunjung UsaiPKL Jalan Veteran (Foto Istimewa)

Malang - Pemandangan deretan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Veteran, Kota Malang, khususnya di depan Universitas Brawijaya, tampaknya masih menjadi persoalan yang belum menemukan titik akhir. Meski telah berulang kali dilakukan penertiban, para pedagang tetap kembali berjualan di lokasi yang sama.

Kondisi tersebut mendorong Satpol PP Kota Malang mencari pendekatan berbeda. Jika selama ini penertiban dilakukan melalui operasi lapangan hingga proses sidang tindak pidana ringan (tipiring), kini masyarakat diajak turut berperan dengan tidak membeli dagangan para PKL yang berjualan di kawasan terlarang tersebut.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengungkapkan bahwa berbagai langkah penegakan aturan sebenarnya telah dilakukan. Petugas berkali-kali turun ke lapangan untuk menertibkan para pedagang yang menempati trotoar dan badan jalan. Bahkan sebagian pedagang juga telah menjalani proses hukum melalui sidang tipiring.

Namun, upaya tersebut belum memberikan efek jera yang diharapkan. Setelah penertiban selesai dilakukan, para PKL kembali berdatangan dan menggelar lapak di lokasi yang sama. Fenomena ini membuat kawasan Jalan Veteran terus dipenuhi aktivitas jual beli yang dinilai melanggar ketentuan pemanfaatan ruang publik.

Menurut Mustaqim, keberadaan PKL di area tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga berdampak pada ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan. Trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki sering kali berubah fungsi menjadi area berjualan. Kondisi itu juga berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas mahasiswa dan masyarakat sedang tinggi.

Karena itu, Satpol PP menilai keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada tindakan petugas di lapangan. Peran konsumen dianggap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keberlangsungan aktivitas para pedagang. Semakin tinggi permintaan dari pembeli, semakin besar pula peluang para PKL untuk terus bertahan di lokasi tersebut.

Melalui ajakan boikot, Satpol PP berharap masyarakat dapat mendukung upaya penegakan aturan dengan tidak melakukan transaksi di area yang dilarang untuk berjualan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga ketertiban kota sekaligus membantu menciptakan ruang publik yang lebih tertata.

Persoalan PKL memang bukan isu sederhana. Di satu sisi, mereka berupaya mencari penghidupan melalui aktivitas berdagang. Namun di sisi lain, pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga fungsi fasilitas umum agar tetap dapat digunakan sesuai peruntukannya. Karena itu, penyelesaian masalah PKL membutuhkan keseimbangan antara penegakan aturan dan penyediaan solusi yang mampu mengakomodasi kebutuhan para pedagang.

Sementara itu, Jalan Veteran masih menjadi salah satu titik yang terus menjadi perhatian petugas. Selama aktivitas jual beli di kawasan tersebut tetap ramai dan diminati konsumen, tantangan penataan kota diperkirakan akan terus berlanjut. Satpol PP pun berharap kesadaran masyarakat dapat menjadi kunci untuk mengakhiri siklus penertiban yang selama ini terus berulang tanpa hasil yang signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Satpol PP Ajak Warga Boikot PKL Jalan Veteran, Upaya Baru Atasi Pelanggaran yang Tak Kunjung Usai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!