kawasan Pasir Berbisik Bromo (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Siapa pun yang pertama kali mendengar nama Pasir Berbisik di Bromo biasanya akan mengajukan pertanyaan yang sama. Apakah pasir di sana benar-benar bisa berbisik?
Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi justru menjadi salah satu alasan mengapa kawasan ini begitu menarik perhatian wisatawan. Nama Pasir Berbisik memang terdengar puitis dan misterius. Banyak orang membayangkan hamparan pasir yang mengeluarkan suara layaknya seseorang yang sedang berbicara pelan.
Faktanya, pasir di kawasan Gunung Bromo memang dapat menghasilkan suara tertentu. Namun, bukan karena pasir tersebut memiliki kemampuan untuk "berbisik". Suara itu muncul ketika angin bertiup melintasi hamparan pasir vulkanik yang sangat luas. Gesekan antara butiran pasir dan hembusan angin menciptakan suara lembut yang samar-samar terdengar seperti bisikan dari kejauhan.
Fenomena ini paling mudah dirasakan ketika kondisi kawasan tidak terlalu ramai dan angin berembus cukup kencang. Saat berdiri di tengah lautan pasir yang membentang luas, pengunjung dapat mendengar suara-suara halus yang muncul dari berbagai arah. Suara tersebut tidak keras, tetapi cukup untuk memunculkan kesan seolah ada percakapan rahasia yang dibawa oleh angin.
Hamparan Pasir Berbisik sendiri merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Luasnya mencapai ribuan hektare dan mengelilingi kaki Gunung Bromo. Pemandangan di kawasan ini sangat khas karena menyerupai lanskap gurun. Hamparan pasir berwarna abu-abu kecokelatan berpadu dengan latar belakang perbukitan dan gunung menjadikan lokasi ini terlihat berbeda dibandingkan destinasi wisata lain di Indonesia.
Popularitas Pasir Berbisik semakin meningkat setelah lokasi ini digunakan sebagai latar film berjudul "Pasir Berbisik" yang dirilis pada tahun 2001. Film yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo tersebut ikut memperkenalkan keindahan lautan pasir Bromo kepada masyarakat luas. Sejak saat itu, nama Pasir Berbisik semakin melekat sebagai salah satu ikon wisata di kawasan Bromo.
Selain menikmati panorama, banyak wisatawan memanfaatkan lokasi ini untuk berfoto, berkendara menggunakan jeep wisata, hingga melakukan sesi prewedding. Karakter alamnya yang unik membuat setiap sudut Pasir Berbisik tampak fotogenik. Saat kabut tipis turun atau sinar matahari pagi menyentuh permukaan pasir, suasana yang tercipta terasa dramatis dan sulit ditemukan di tempat lain.
Jadi, apakah pasir di Pasir Berbisik benar-benar berbisik?
Jawabannya tidak. Yang "berbisik" sebenarnya adalah perpaduan antara angin dan jutaan butiran pasir yang bergerak di atas lautan pasir Bromo. Namun justru dari fenomena alam sederhana itulah lahir sebuah nama yang mampu memancing rasa penasaran banyak orang hingga hari ini.
Ketika akhirnya menginjakkan kaki di sana, sebagian besar pengunjung menyadari bahwa daya tarik Pasir Berbisik bukan hanya terletak pada suaranya, melainkan pada pengalaman berdiri di tengah bentang alam yang luas, sunyi, dan seolah menyimpan banyak cerita yang dibawa angin dari lereng Bromo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung