Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 12:04 WIB

Perayaan Yadnya Kasada, Masyarakat Tengger Siapkan Persembahan sebagai Wujud Syukur kepada Sang Pencipta

Perayaan Yadnya Kasada, Masyarakat Tengger Siapkan Persembahan sebagai Wujud Syukur kepada Sang PenciptaWarga Tengger Bersiap Upacara (Foto Istimewa)

Malang -  Kabut tipis masih menyelimuti lereng pegunungan ketika masyarakat Tengger mulai disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Yadnya Kasada. Di halaman rumah, di ladang, hingga di balai desa, warga tampak menata hasil bumi terbaik mereka untuk dijadikan persembahan dalam ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Bagi masyarakat Tengger, Yadnya Kasada bukan sekadar tradisi tahunan. Upacara ini menjadi momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur atas kehidupan, keselamatan, serta hasil bumi yang telah diberikan sepanjang tahun. Berbagai hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, hingga ternak dipersiapkan dengan penuh ketulusan sebagai simbol penghormatan kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur.

Suasana persiapan ritual menghadirkan pemandangan yang khas. Para warga bekerja bersama-sama menyusun sesaji dengan teliti. Tidak ada kemewahan yang berlebihan dalam setiap persembahan. Kesederhanaan justru menjadi nilai yang dijunjung tinggi. Setiap hasil bumi yang dibawa memiliki makna mendalam karena berasal dari kerja keras masyarakat yang menggantungkan hidup pada kesuburan tanah pegunungan.

Yadnya Kasada sendiri merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat Tengger yang dilaksanakan di kawasan Gunung Bromo. Dalam prosesi puncaknya, persembahan akan dihaturkan ke kawah Gunung Bromo sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap kisah leluhur Roro Anteng dan Joko Seger yang menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat Tengger.

Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi identitas budaya yang kuat. Generasi muda Tengger turut dilibatkan dalam berbagai tahapan persiapan sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan. Mereka belajar bahwa hasil panen bukan hanya tentang keberhasilan ekonomi, tetapi juga tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Ritual Yadnya Kasada juga menjadi pengingat bahwa rasa syukur dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Masyarakat Tengger menunjukkan bahwa penghormatan terhadap alam dan keberkahan hidup tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang megah. Kesederhanaan, kebersamaan, dan keikhlasan justru menjadi inti dari tradisi yang terus dijaga hingga saat ini.

Saat malam Kasada tiba dan ribuan masyarakat berkumpul di kawasan Bromo, setiap persembahan yang dihaturkan membawa harapan serta doa untuk kehidupan yang lebih baik. Di balik dinginnya udara pegunungan, tersimpan kehangatan nilai budaya yang mengajarkan pentingnya bersyukur atas setiap anugerah yang diterima. Tradisi sederhana itu pun terus hidup, menjadi warisan berharga yang memperkuat jati diri masyarakat Tengger dari generasi ke generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perayaan Yadnya Kasada, Masyarakat Tengger Siapkan Persembahan sebagai Wujud Syukur kepada Sang Pencipta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!