Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 19:32 WIB

Candi Jago Tetap Ramai Meski Sedang Dipugar

Author

Candi Jago menarik di kunjungi (Foto Istimewa)

Malang - Pemugaran Candi Jago di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tak lantas membuat tempat bersejarah ini sepi pengunjung. Justru sebaliknya: antusias wisatawan untuk datang malah tetap tinggi bahkan selama proses renovasi berlangsung.

Sejak proses pemugaran dimulai, banyak pengunjung yang tertarik untuk melihat langsung bagaimana langkah-langkah pemugaran dilakukan, mulai dari pembongkaran struktur yang rusak hingga pemasangan batu pengganti. Menurut petugas pelihara, kehadiran publik selama renovasi memberikan pengalaman tersendiri—seolah mereka ikut menyaksikan bagaimana ahli melestarikan warisan leluhur yang dibangun dengan teknologi zaman dulu tanpa bantuan semen modern.

Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga pertengahan September, sudah sekitar 7.000 orang mengunjungi Candi Jago. Rata-rata setiap bulan tercatat sekitar 700 hingga 800 pengunjung, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada April dan Mei ketika banyak sekolah melakukan kegiatan outing class ke candi.

Uniknya, hari biasa candi justru sering lebih ramai dibanding hari libur. Lebih dari separuh pengunjung berasal dari rombongan sekolah karena lokasi candi yang berada di lingkungan pendidikan, sehingga pelajar punya akses lebih dekat. Beberapa sekolah bahkan memanfaatkan jeda sekolah atau kegiatan belajar di luar ruang untuk mengunjungi situs tersebut.

Meskipun dalam renovasi, Candi Jago tetap dibuka untuk umum. Pengunjung diperbolehkan datang setiap hari, dengan ketentuan tertentu—misalnya mereka yang ingin naik ke bagian candi harus memiliki izin resmi dari pihak pelestarian. Izin ini berlaku khusus untuk kepentingan seperti penelitian, dokumentasi, atau keagamaan.

Bagi wisatawan, momen pemugaran menjadi kesempatan langka untuk belajar langsung tentang pemulihan situs budaya. Proses yang terlihat—mulai pemasangan batu baru hingga perbaikan bagian yang rapuh—memberi gambaran nyata bagaimana sejarah dijaga agar tetap lestari.

Pemugaran tahap pertama ditargetkan selesai dalam beberapa tahun ke depan, sementara bagian yang rusak parah terutama di area dasar dan selasar yang menjadi prioritas perbaikan. Meski begitu, pihak pengelola tetap menjaga elemen-elemen asli seperti relief dan struktur yang masih kokoh agar warisan budaya tetap utuh.

Pengunjung dan warga sekitar berharap, setelah pemugaran selesai, Candi Jago akan tampil lebih aman, menarik, dan mampu menghadirkan pengalaman wisata sejarah yang lebih baik tanpa kehilangan karakter aslinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU