Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 19:18 WIB

Galeri Bejo: Menjaga Suara Tradisi Harpa Mulut di Malang

Author

Bedjo Sandy Seniman Rinding (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Galeri Bejo berdiri sejak 2016 dengan visi melestarikan harpa mulut neraka, khususnya instrumen Rinding khas Malang. Pemiliknya, Bejo Sandy (50), memilih menjadikan rumah dan studionya sebagai pusat kreativitas dan konservasi alat musik ini.

Di Galeri Bejo, Bejo menyusun koleksi harpa mulut dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga menampilkan versi lokal Rinding Malang agar masyarakat menyadari keberagamannya. Ia mengukir bambu, membuat lidah getar, dan merakit instrumen dengan ukuran khas. Rinding Malang panjangnya sekitar 30 - 40 cm, dengan lidah getar sepanjang 16 cm, dan tali sebagai alat tarik dan pegangan.

Bejo berasal dari keluarga berpindah-pindah karena tugas ayahnya. Ia mengenal instrumen ini sejak kecil di Jawa Barat. Saat aktif di teater, Bejo mulai menggunakan Rinding sebagai pengiring pertunjukan agar tak bergantung musik eksternal yang rawan hak cipta. Dari sana muncul keinginan menjadikan Rinding Malang dikenal luas.

Galeri Bejo tidak sekadar pameran. Bejo mengadakan pertunjukan, workshop, dan promosi ke sekolah. Ia memberi alat kepada pelajar agar mereka belajar langsung memainkan Rinding. Bejo juga mengumpulkan data setiap jenis harpa mulut yang ia temukan, menyusun peta asal dan nama alat di berbagai daerah.

Ia menjual karyanya dengan harga mulai puluhan ribu rupiah hingga jutaan. Meski begitu, penjualan bukan tujuan utama. Tujuan utama adalah agar budaya harpa mulut hidup, terutama Rinding Malang. Berkat usaha Bejo, Rinding kini mendapat pengakuan. Galeri Bejo menjadi wadah hidup agar suara tradisi tetap bergema ke generasi berikut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU