Es Teler se ember (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Pasar Klojen kini punya bintang baru yang bikin pengunjung penasaran. Bukan karena harga sayur atau ikan yang murah, tapi karena munculnya minuman segar berukuran tak biasa: es teler “se ember”.
Di tengah hiruk pikuk pasar, kedai kecil bernama Yo Reneo menarik perhatian lewat ide sederhana tapi cerdas. Mereka menyajikan es teler dalam porsi jumbo sekitar satu liter, lengkap dengan campuran alpukat, kelapa muda, cincau, dan nangka segar. Harga satu embernya hanya Rp 30 ribu, cukup untuk diminum ramai-ramai.
Pemilik kedai menjelaskan bahwa ide ini muncul karena banyak pelanggan yang ingin menikmati es teler bersama keluarga. Akhirnya dibuatlah versi “se ember” agar bisa dinikmati bareng tanpa repot beli berulang. Responsnya di luar dugaan. Sejak buka di Pasar Klojen lima bulan lalu, pembeli terus berdatangan.
Yo Reneo sebenarnya bukan nama baru di dunia minuman segar. Sebelumnya mereka berjualan di kawasan Sawojajar sejak 2020. Kini, lokasi di Pasar Klojen justru membawa napas baru karena dekat dengan pusat aktivitas warga.
Selain ukuran “se ember”, kedai ini juga menawarkan porsi 500 ml dan 400 ml. Semua disajikan dengan cita rasa khas: manisnya pas, tidak bikin enek. Rahasianya ada pada penggunaan gula aren dan susu evaporasi, bukan gula pasir biasa. Kombinasi itu membuat rasa es teler tetap ringan meski dalam porsi besar.
Kedai buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Saat akhir pekan, suasananya lebih ramai. Dalam sehari, bisa terjual hingga seratus porsi dengan berbagai ukuran. Banyak pengunjung sengaja datang hanya untuk mencoba sensasi minum es teler satu ember, bahkan menjadikannya konten media sosial.
Es teler “se ember” dari Yo Reneo jadi bukti bahwa kreativitas dalam kuliner tak selalu harus rumit. Dengan ide sederhana, cita rasa yang pas, dan sedikit keberanian bereksperimen, sesuatu yang biasa bisa berubah jadi tren baru di kota kuliner seperti Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung