Salah satu event di Kota Malang (Foto Istimewa)
Malang - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tengah menggagas program besar: menyelenggarakan 1.000 event sepanjang tahun. Tujuan utamanya: menggerakkan ekonomi lokal dan memajukan sektor pariwisata.
Menurut Wahyu, event bukan sekadar hiburan. Ia melihat event sebagai motor perputaran ekonomi. Setiap kali ada acara, orang datang. Mereka makan, menginap, belanja, menikmati atraksi lokal. Dampaknya terasa oleh pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Data mendukung gagasan itu. Rilis Badan Pusat Statistik Kota Malang menunjukkan tingkat hunian hotel naik menjadi 49,39 persen pada Juli 2025, naik 4,89 poin dibanding bulan sebelumnya. Untuk hotel bintang, okupansi mencapai 60,97 persen. Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal bahwa event‐event yang digelar efektif menarik wisatawan.
Wahyu menyebut, program 1.000 event akan melibatkan kolaborasi banyak pihak: pemerintah, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga dunia usaha pariwisata. Ia mencontohkan dua lokasi yang akan dikembangkan: Kampung Warna-Warni dan Kawasan Heritage Kayutangan. Selain itu, karnaval budaya di Kotalama menjadi salah satu bentuk nyata implementasi program ini. Di sana, masyarakat menampilkan kesenian lokal dan UMKM ikut meramaikan kegiatan.
Program 1.000 event juga mendapat apresiasi. Wahyu menyatakan bahwa penghargaan atas pengembangan pariwisata dan UMKM diberikan sebagai pengakuan terhadap keberhasilan program ini. Hal itu menjadi motivasi tambahan agar kualitas event terus meningkat.
Dengan fondasi event kreatif dan dukungan seluruh elemen, Malang diharapkan makin dikenal sebagai kota tujuan wisata, sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku ekonomi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kominfo Pemkot Malang