Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 07:35 WIB

Pohon Sala Saksi Awal Nama Kota Solo

Author

Bunga pohon sala yang ikonik (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Fadami - Tau kah kamu Surakarta yang kini dikenal sebagai Solo memiliki akar sejarah nama yang unik. Dahulu wilayah ini dikenal sebagai Desa Sala, yang menurut sejumlah riset berasal dari keberadaan pohon sala. Nama tersebut kemungkinan diambil dari pohon yang banyak tumbuh di area tersebut. 

Menurut sejarah, sebelum berdirinya keraton, Desa Sala berada di bawah kepemimpinan seorang pemuka bernama Ki Gedhe Sala. Namun penelitian menunjukkan bahwa kata “Sala” lebih mungkin diambil dari nama pohon sala, bukan hanya dari nama orang. Pohon tersebut dipercaya telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram kuno yang menganut budaya Hindu-Buddha. 

Ada dua jenis pohon yang sering disebut “sala”. Pertama, pohon ilmiah ‎Shorea robusta dari India hingga Nepal, yang bunganya berwarna kuning-keemasan. Kedua, pohon Couroupita guianensis, juga dikenal sebagai cannon ball tree, asli Panama hingga Amerika Selatan, dengan bunga merah-kuning.

Para ahli lingkungan di Solo menegaskan bahwa pohon sala yang tersisa di kawasan keraton sebenarnya adalah jenis Couroupita guianensis. Shorea robusta diperkirakan tidak tumbuh secara alami di Solo. Saat ini beberapa pohon sala jenis tersebut masih bisa ditemukan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. 

Kisah singkat ini memperlihatkan bagaimana sebuah nama tempat bisa sangat terkait dengan alam dan warisan budaya lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU