Malang - Tim mahasiswa dari Universitas Brawijaya berhasil menembus enam besar dalam kompetisi internasional “Food Systems Innovation Challenge on Nature-Based Solutions” yang berlangsung di Wageningen, Belanda. Mereka bersaing dengan 24 tim dari 12 negara.
Proyek mereka berjudul “Memayu Ning Papat Multiple-Yield Agroecosystem”. Sistemnya mengintegrasikan tanaman padi, ikan, pakis air azolla (yang mengikat nitrogen), dan tanaman serai dalam satu ekosistem pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia. Hasilnya berupa panen ganda, pengendalian hama secara alami, dan biaya produksi yang lebih rendah.
Konsep “Memayu Ning Papat” berasal dari filosofi Jawa yang mengacu pada empat pilar kehidupan: bumi, air, udara, dan manusia. Lokasi uji coba dilakukan di Desa Jenggolo, Kabupaten Malang.
Tim ini mendapat seed funding dan program inkubasi enam bulan sebagai bagian dari penghargaan karena masuk Top 6. fp.ub.ac.id Mereka berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih luas dan mendukung petani kecil agar sistem pertanian berkelanjutan kian diterapkan.
Ini membuktikan bahwa inovasi agrikultur dari Indonesia tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online