Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 05:10 WIB

Santri Bicara Brain rot dan Society 5.0 : Refleksi Cerdas dari Podcast BISA Ar-Rohmah Putri

Author

Janeeta Faya Achmad dan Askanah Fadhilah Sakhysaat memandu podcast "BISA". (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Setelah sukses dengan dua episode sebelumnya, Podcast BISA (Bincang Santai Santri Ar-Rohmah Putri) kembali hadir dengan topik yang lebih menantang: Fenomena Brain rot dan Society 5.0. Episode kali ini terasa spesial karena dibawakan oleh dua host muda berbakat, Janeeta Faya Achmad dan Askanah Fadhilah Sakhy, yang tampil percaya diri menggali isu yang sedang ramai diperbincangkan di kalangan generasi digital.

Podcast yang diproduksi oleh tim I’lamiyah Ar-Rohmah Putri ini menghadirkan narasumber istimewa, Bhekti Setyowibowo, M.Si, seorang Praktisi Digital Media Communication dari BINUS Malang, yang dikenal aktif membahas fenomena komunikasi digital dan perkembangan budaya internet.

Dengan gaya santai namun berbobot, Janeeta dan Askanah membuka obrolan seputar “brainrot” istilah yang menggambarkan penurunan kemampuan berpikir akibat konsumsi konten digital berlebihan. Mereka dengan cerdas mengaitkannya dengan konsep Society 5.0, di mana manusia dan teknologi seharusnya saling melengkapi, bukan saling melemahkan.

Diskusi mengalir hangat. Janeeta memancing narasumber dengan pertanyaan reflektif seputar cara generasi muda menjaga fokus di tengah banjir informasi digital, sementara Askanah menyoroti sisi psikologis dan sosial dari fenomena ini. Kombinasi keduanya membuat obrolan terasa hidup dan relatable bagi pendengar muda, khususnya para santri yang mulai akrab dengan dunia digital.

Menurut Bhekti, brainrot seharusnya tidak dilihat hanya sebagai dampak negatif, tetapi juga sebagai “alarm” agar kita bisa lebih sadar dalam mengatur konsumsi media. “Santri zaman sekarang punya peluang besar untuk menjadi digital thinker bukan sekadar pengguna media, tapi juga pencipta pesan yang bermakna,” ujarnya.

Dari balik layar, tim produksi I’lamiyah Ar-Rohmah Putri kembali menunjukkan profesionalismenya. Semua tahapan produksi, mulai dari riset, penyusunan naskah, perekaman, hingga pascaproduksi, dilakukan oleh para santri sendiri. Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran soft skill di Ar-Rohmah Putri tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus diasah melalui praktik nyata di dunia digital.

Melalui program BISA, para santri tidak hanya belajar berbicara dan berpikir kritis, tetapi juga memahami bagaimana mengelola konten yang bernilai edukatif dan inspiratif. Janeeta dan Askanah menjadi contoh bagaimana generasi muda bisa memanfaatkan media digital untuk berdakwah dengan cara yang kreatif dan relevan.

Podcast BISA Eps. 3 kini dapat disaksikan di kanal YouTube Ar-Rohmah Putri. Melalui episode ini, para santri ingin mengajak pendengar untuk tidak sekadar “menikmati” dunia digital, tetapi juga menyadari makna dan tanggung jawab di baliknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU